Liputan6.com, Jakarta Puasa, sebagai praktik spiritual, seringkali memunculkan pertanyaan bagi ibu menyusui mengenai dampaknya terhadap kesehatan. Memahami manfaat puasa bagi ibu menyusui serta kondisi yang memungkinkan atau melarangnya menjadi sangat penting.
Keputusan untuk berpuasa memerlukan pertimbangan matang agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga. Keseimbangan antara menjalankan ibadah dan memastikan nutrisi tercukupi adalah kunci utama dalam praktik puasa ini.
Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Impact of Maternal Fasting During Ramadan on Growth Parameters of Exclusively Breastfed Infants in Shahroud, 2012 menemukan bahwa puasa ibu menyusui sebelum 6 bulan eksklusif dapat menurunkan volume ASI dan memengaruhi pertumbuhan bayi. Oleh karena itu, disarankan untuk dihindari dalam periode tersebut, namun setelah 6 bulan, dengan diet seimbang dan hidrasi memadai, puasa dapat dilakukan dengan pengawasan ketat.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkap tentang manfaat puasa bagi ibu menyusui melansir dari berbagai sumber, Selasa (29/7/2025).
Manfaat Potensial Puasa bagi Ibu Menyusui
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838956/original/037024400_1716297027-dave-clubb-UMeD_BW1XvA-unsplash.jpg)
Puasa, jika dilakukan dengan persiapan dan kondisi yang tepat, dapat memberikan beberapa manfaat puasa bagi ibu menyusui yang signifikan. Studi dari Pakistan Journal of Medical & Health Sciences menyebut bahwa banyak ibu menyusui yang memilih berpuasa selama Ramadan mengalami kelemahan dan dehidrasi, yang menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan mereka. Artikel ini menekankan perlunya pendampingan pemberian edukasi asupan kalori dan cairan yang memadai selama puasa  Manfaat ini tidak hanya terbatas pada aspek spiritual, tetapi juga mencakup perbaikan kondisi fisik dan mental ibu.
- Menjaga Daya Tahan Tubuh. Puasa dapat merangsang sel darah putih untuk bekerja lebih efektif dalam melawan infeksi dan membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Hal ini membuat ibu menyusui tidak mudah sakit, menjaga kesehatan secara keseluruhan.Â
- Memperbaiki Metabolisme Tubuh. Saat berpuasa, tubuh mengolah cadangan lemak sebagai sumber energi, yang membantu meningkatkan metabolisme dan menjaga stamina ibu menyusui. Proses ini juga memberikan waktu istirahat bagi sistem pencernaan, menjadikannya lebih efisien dalam memproses makanan.Â
- Menurunkan Berat Badan Secara Alami. Puasa dapat membantu mengontrol berat badan pascamelahirkan dengan membatasi asupan kalori dan meningkatkan metabolisme. Ini membantu ibu kembali ke berat badan ideal lebih cepat setelah melahirkan.Â
- Mengontrol Kadar Gula Darah. Dengan jadwal makan yang lebih teratur saat puasa, kadar gula darah cenderung lebih stabil. Ini sangat bermanfaat bagi ibu yang mungkin mengalami diabetes gestasional selama kehamilan, membantu tubuh pulih lebih cepat.Â
- Menstabilkan Hormon Pasca Melahirkan. Setelah melahirkan, hormon tubuh mengalami perubahan signifikan. Puasa dapat membantu mengurangi peradangan, sehingga kadar hormon lebih cepat kembali normal dan tubuh ibu dapat beradaptasi lebih baik.Â
- Menenangkan Emosi dan Meningkatkan Mood. Puasa dapat membantu mengurangi kadar hormon stres (kortisol), membuat ibu merasa lebih tenang dan bahagia. Hal ini dapat mengurangi risiko baby blues dan membantu ibu lebih menikmati momen menyusui.
- Detoksifikasi Tubuh. Puasa membantu membersihkan tubuh dari racun dan zat-zat sisa metabolisme. Proses detoksifikasi ini dapat meningkatkan kualitas ASI dan kesehatan ibu secara keseluruhan.
Advertisement
Kiat Menjaga Produksi ASI Lancar saat Puasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5249542/original/010112600_1749647550-1.jpg)
1. Memprioritaskan Asupan Cairan yang Cukup
Menjaga hidrasi merupakan fondasi utama untuk mempertahankan volume ASI selama puasa. Menurut Yate & Abdelghani Soliman (2022), ibu menyusui membutuhkan sekitar 1800–2400 kalori per hari, termasuk asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi yang dapat secara signifikan menurunkan suplai ASI. Oleh karena itu, konsumsi air harus dioptimalkan selama sahur dan berbuka untuk menjaga kelancaran produksi ASI sepanjang hari.
2. Mengonsumsi Kalori Berkualitas saat Sahur dan Berbuka
Kualitas dan keseimbangan kalori saat makan sangat menentukan kestabilan produksi ASI saat berpuasa. Yate & Abdelghani Soliman (2022) menjelaskan bahwa asupan gizi yang mencakup protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, vitamin, dan mineral sangat penting terutama pada waktu sahur dan iftar. Pola makan seperti ini membantu tubuh mempertahankan energi serta memperlancar proses laktogenesis sehingga ASI tetap optimal meski waktu makan terbatas.
3. Jadwalkan Istirahat dan Waktu Menyusui secara Optimal
Sebanyak 50% ibu menyusui yang berpuasa melaporkan bahwa produksi ASI mereka menurun. Namun, Ozsoy, Adana & Hazar (2014) menyarankan agar ibu menyusui tetap menjaga frekuensi menyusui minimal 8–12 kali per hari, termasuk saat malam hari. Strategi ini merangsang refleks let-down dan mencegah penurunan suplai. Selain itu, istirahat cukup juga penting agar tubuh memiliki energi yang cukup untuk memproduksi ASI.
4. Mengatur Pola Asupan Nutrisi Mikro (Vitamin & Mineral)
Ketika berpuasa, kualitas mikronutrien dalam ASI seperti zink, magnesium, dan potasium dapat mengalami penurunan. Aylin (2006) menekankan pentingnya mengonsumsi makanan tinggi mikronutrien, seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan, selama sahur dan berbuka. Jika diperlukan, suplementasi vitamin dan mineral juga dapat dipertimbangkan untuk menjaga kandungan nutrisi dalam ASI tetap optimal.
5. Pantau Tanda Dehidrasi dan Kelelahan
Keluhan paling umum dari ibu menyusui saat puasa adalah rasa lelah (31,5%) dan dehidrasi (37%). Lakho et al. (2021) menyarankan agar ibu mengenali tanda-tanda seperti pusing, mulut kering, atau haus berlebihan sebagai sinyal untuk segera meningkatkan asupan cairan atau bahkan menunda puasa (rukhá¹£ah) demi menjaga kesehatan diri dan kualitas ASI.
6. Awasi Pertumbuhan Bayi Selama Ibu Berpuasa
Sebuah studi oleh Haratipour et al. (2013) dalam jurnal Impact of Maternal Ramadan Fasting on Growth Parameters of Exclusively Breast‑fed Infants menunjukkan bahwa pertumbuhan bayi tetap meningkat meskipun ibunya berpuasa. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok ibu yang berpuasa dan tidak, selama ibu menjaga hidrasi dan nutrisi dengan baik.
7. Jangan Mengurangi Frekuensi Makan secara Ekstrem
Mengurangi jumlah makan secara drastis justru dapat berdampak negatif pada kualitas ASI. Ozsoy et al. (2014) menegaskan pentingnya tetap makan 2–3 kali dalam waktu berbuka hingga sahur, diselingi dengan camilan bergizi, agar kebutuhan energi, protein, dan mikronutrien tetap tercukupi.
8. Konsultasi Medis dan Dukungan Spiritual yang Seimbang
Keputusan untuk berpuasa saat menyusui perlu dibarengi evaluasi medis dan pertimbangan spiritual. Yate & Abdelghani Soliman (2022) menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengevaluasi kondisi ibu dan bayi, sekaligus memahami rukhá¹£ah (keringanan syariat) yang diberikan dalam Islam untuk memastikan kesehatan ibu tetap terjaga tanpa mengorbankan ibadah.
Kondisi yang Melarang Ibu Menyusui Berpuasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4761116/original/044982700_1709535226-IMG_1474.jpeg)
Meskipun puasa memiliki banyak manfaat, ada beberapa kondisi di mana ibu menyusui tidak disarankan untuk berpuasa demi menjaga kesehatan diri dan bayinya. Mengenali kondisi ini sangat penting untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.
 1. Bayi di Bawah 3 Bulan atau Eksklusif Menyusu
Menurut La Leche League Canada (2023), ibu menyusui dengan bayi usia di bawah 3 bulan sebaiknya tidak berpuasa karena puasa dapat menurunkan kualitas nutrisi ASI seperti zinc, magnesium, dan potasium, meskipun volumenya tetap.
 2. Produksi ASI Rendah atau Risiko Hipogalaktia
Melansir dari Eureka Health (2024), pembatasan kalori saat puasa—terutama lebih dari 14 jam—dapat menurunkan suplai ASI dan kandungan protein serta DHA hingga 13%, yang berisiko memperburuk produksi bagi ibu dengan suplai rendah.
3. Risiko Dehidrasi Tinggi
 Berdasarkan informasi dari KellyMom (2023), dehidrasi saat puasa bisa mengubah kadar elektrolit ASI (natrium meningkat, laktosa menurun), serta menurunkan volume ASI jika asupan cairan kurang selama sahur dan berbuka.
4. Ibu dalam Masa Pemulihan atau Sakit Berat
Menurut protokol dari American Breastfeeding Medicine (2021), ibu menyusui yang sedang sakit berat atau menjalani prosedur medis, seperti operasi atau demam tinggi, sebaiknya tidak berpuasa karena dapat memperburuk status nutrisi dan pemulihan.
5. Gangguan Makan atau Nutrisi Tidak Cukup
Dalam laporan Working While Fasting (2023), puasa bagi ibu dengan riwayat anoreksia, bulimia, atau asupan kalori di bawah 1800 kcal/hari berisiko menyebabkan kekurangan gizi dan menurunkan kualitas ASI secara signifikan.Â
6. Penyakit Kronis atau Gangguan Metabolik
Menurut Healthline (2024), ibu menyusui dengan kondisi medis seperti diabetes tipe 1, hipoglikemia, atau gangguan ginjal sangat tidak dianjurkan berpuasa karena berisiko menurunkan kadar glukosa darah dan mengganggu suplai ASI.Â
 7. Sedang Mengonsumsi Obat yang Tidak Boleh Kosong Perut The American Academy of Pediatrics (2021) menyebutkan bahwa puasa tidak diperbolehkan bagi ibu yang menggunakan obat yang harus diminum bersamaan dengan makanan atau cairan karena dapat menurunkan efektivitas terapi.
8. Mengalami Stres Berat atau Gangguan Psikologis
 Dalam berbagai referensi psikososial klinis (2023), ibu dengan stres tinggi, gangguan mood, atau tekanan sosial tidak dianjurkan puasa karena dapat memperparah kelelahan fisik dan psikis yang akhirnya berdampak pada produksi dan kualitas ASI.Â
Sumber:Â
- Haratipour et al. (2013) – Impact of Maternal Ramadan Fasting on Growth Parameters of Exclusively Breast-fed Infants: Puasa tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan bayi jika nutrisi ibu terjaga.
- Ozsoy, Adana & Hazar (2014) – Studi tentang pengaruh frekuensi menyusui dan waktu istirahat ibu terhadap produksi ASI saat puasa.
- Yate & Abdelghani Soliman (2022) – Pentingnya kalori dan hidrasi dalam menjaga produksi ASI saat ibu berpuasa.
- Aylin (2006) – Dampak puasa terhadap mikronutrien dalam ASI, seperti zink dan magnesium.
- Lakho et al. (2021) – Prevalensi dehidrasi dan kelelahan pada ibu menyusui saat puasa.
- Nasrudin Andi Mappaware et al., UMI Medical Journal (2020) – Keseimbangan nutrisi dan kondisi medis dalam menentukan kemampuan ibu untuk berpuasa.
-  American Breastfeeding Medicine Protocols (ABM), 2021 – Rekomendasi klinis mengenai ibu menyusui yang sedang sakit atau dalam perawatan.
- The American Academy of Pediatrics, 2021 – Kontraindikasi puasa bagi ibu yang sedang menjalani terapi pengobatan.
- Healthline (2024) – Risiko puasa pada ibu dengan kondisi kronis/metabolik.
- KellyMom (2023) – Dampak dehidrasi terhadap elektrolit dan suplai ASI selama puasa.Â
- Pakistan Journal of Medical & Health Sciences
Â
Advertisement
QnA Seputar Manfaat Puasa bagi Ibu Menyusui
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5145444/original/029385400_1740716768-588847cc-b061-487e-ab1d-f1501647a558.jpg)
1. Apakah puasa bisa meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan bayi?
 Ya, secara tidak langsung. Ketika ibu menyusui berpuasa, ia cenderung mengatur aktivitas agar lebih tenang dan fokus, termasuk saat menyusui. Kondisi ini menciptakan suasana yang lebih damai, sehingga meningkatkan kontak batin dan kedekatan emosional antara ibu dan bayi.Â
2. Benarkah puasa bisa membantu ibu menyusui lebih disiplin dalam pola makan?
 Benar. Puasa mengajarkan keteraturan dalam waktu makan, yaitu saat sahur dan berbuka. Hal ini bisa membantu ibu menyusui lebih konsisten mengatur menu bergizi seimbang dan menghindari ngemil sembarangan, yang berpotensi meningkatkan kualitas ASI.Â
3. Apakah puasa bisa membantu menurunkan stres ibu menyusui?
 Bisa jadi. Dalam beberapa kasus, puasa mendorong ibu untuk lebih tenang, sabar, dan fokus pada ibadah. Secara psikologis, ini membantu mengurangi stres, yang secara tidak langsung juga berdampak positif pada produksi dan kualitas ASI.Â
4. Apakah puasa bisa menjadi momentum detoks alami bagi ibu menyusui?
 Ya. Meskipun ibu menyusui membutuhkan lebih banyak energi, puasa yang dilakukan dengan asupan gizi yang cukup tetap bisa berfungsi sebagai detoksifikasi ringan. Tubuh akan lebih efisien dalam menggunakan energi dan mengeluarkan racun, asal tidak kekurangan cairan dan nutrisi penting.Â
5. Apakah berpuasa bisa memperkuat spiritualitas ibu menyusui dan berdampak pada ASI?
 Tentu. Ketika seorang ibu menyusui berpuasa dengan niat ibadah, ada peningkatan spiritual yang memberi efek positif pada ketenangan batin. Ketika ibu merasa bahagia dan damai, tubuh memproduksi hormon oksitosin lebih optimal, yang sangat berperan dalam kelancaran ASI. Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5058563/original/047424500_1734669865-Gambar_WhatsApp_2024-12-20_pukul_11.29.32_dc1fd904.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262509/original/033331100_1781827688-063_2282269735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257126/original/025840700_1781221894-AP26162777114808.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3243886/original/008227900_1600662631-20200921-Pertalite-Harga-Premium-7.jpg)