Berdampak pada Kesehatan, Kenali Ciri-Ciri Tubuh Kekurangan Vitamin D

Vitamin D bukan hanya sekadar nutrisi biasa. Ia berperan besar dalam menjaga kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh. Seperti apa ciri tubuh kekurangan vitamin D?

Diterbitkan 16 Juni 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tubuh manusia adalah sistem yang sangat kompleks. Ketika ada yang tidak beres, sering kali penyebabnya bukan hanya satu, melainkan bisa berasal dari berbagai faktor. Salah satunya adalah kekurangan vitamin—termasuk vitamin D.

Tanpa disadari, gejala seperti kelelahan berkepanjangan atau nyeri otot bisa jadi pertanda tubuh sedang kekurangan vitamin yang satu ini.

Vitamin D bukan hanya sekadar nutrisi biasa. Ia berperan besar dalam menjaga kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.

Vitamin D memainkan peran penting dalam kesehatan tulang dan fungsi kekebalan tubuh,” ujar Elizabeth Vi Nguyen, Pharm.D., apoteker klinis di Cedars-Sinai, dikutip Goodhousekeeping. 

Lebih dari itu, sejumlah studi juga mengaitkan kadar vitamin D yang cukup dengan penurunan risiko serangan jantung, demensia, hingga peningkatan kesehatan mental. Namun sayangnya, kekurangan vitamin D merupakan masalah yang cukup umum.

“Kekurangan vitamin D merupakan masalah global,” tambah Nguyen.

Penelitian bahkan menyebutkan bahwa hingga 50% populasi dunia bisa mengalami kekurangan vitamin D, meskipun tak semuanya menyadarinya.

Tanda-Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D

Kekurangan vitamin D sering kali terjadi tanpa gejala yang mencolok. Namun, menurut Cleveland Clinic, ada beberapa tanda yang patut diwaspadai, terutama jika dialami dalam waktu lama.

Pada orang dewasa, ciri-ciri kekurangan vitamin D meliputi:

  • Nyeri tulang
  • Kelemahan atau nyeri otot
  • Kelelahan yang terus menerus
  • Perubahan suasana hati, termasuk kecenderungan depresi

Sementara itu, pada anak-anak, kekurangan vitamin D bisa berdampak lebih jauh. Ciri-cirinya meliputi:

  • Nyeri tulang, terutama di kaki
  • Kelemahan otot
  • Pertumbuhan yang tidak sesuai usia
  • Deformitas sendi

“Studi menunjukkan adanya hubungan antara kekurangan vitamin D dan masalah kesehatan tertentu, termasuk depresi, patah tulang, diabetes, penyakit jantung, kanker, dan infeksi,” jelas Nguyen.

 

Penyebab Umum Kekurangan Vitamin D

 

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang kekurangan vitamin D. Beberapa di antaranya berkaitan dengan gaya hidup, kondisi kesehatan tertentu, hingga penggunaan obat-obatan. Berikut ini beberapa penyebab paling umum:

Asupan makanan rendah vitamin D: Pola makan yang minim sumber vitamin D seperti ikan berlemak, hati, atau produk susu yang difortifikasi bisa berkontribusi pada kekurangan ini.

Minim paparan sinar matahari: Vitamin D disintesis secara alami oleh tubuh saat kulit terkena sinar matahari. Kurangnya paparan sinar UV dapat mengurangi produksi vitamin D.

Gangguan penyerapan nutrisi: Penyakit seperti gangguan usus halus, insufisiensi pankreas, atau gangguan hati bisa menyulitkan tubuh menyerap atau mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif.

Penggunaan obat tertentu: Beberapa obat seperti anti-kejang, obat penurun kolesterol, dan obat penurun berat badan dapat menghambat penyerapan atau metabolisme vitamin D di dalam tubuh.

 

Siapa yang Lebih Rentan Kekurangan Vitamin D?

Tak semua orang memiliki risiko yang sama. Ada beberapa kelompok yang secara khusus lebih rentan terhadap kekurangan vitamin D. Termasuk di antaranya:

  • Individu dengan paparan sinar matahari yang terbatas, baik karena tinggal di daerah tropis dengan gaya hidup indoor atau menggunakan pelindung matahari berlebih.
  • Pemilik kulit lebih gelap: Semakin gelap warna kulit, semakin rendah produksi vitamin D dari sinar matahari.
  • Orang lanjut usia: Proses sintesis vitamin D melambat seiring bertambahnya usia.
  • Individu dengan berat badan berlebih atau obesitas
  • Mereka yang menjalani pola makan vegan, yang cenderung rendah vitamin D alami
  • Penderita gangguan pencernaan seperti penyakit Crohn, celiac, atau mereka yang pernah menjalani operasi bypass lambung
  • Pasien dengan penyakit hati atau ginjal kronis, yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengaktifkan vitamin D
  • Bayi yang disusui, terutama jika ibu tidak cukup mengonsumsi vitamin D atau bayi tidak mendapat tambahan dari suplemen

 

Langkah Bijak: Kenali Gejala, Lakukan Pemeriksaan

Kekurangan vitamin D bisa berdampak serius jika dibiarkan. Kabar baiknya, kondisi ini bisa diperbaiki dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Jika Anda mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan atau memiliki faktor risiko, konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan kadar vitamin D melalui tes darah.

Penanganan sejak dini akan membantu tubuh tetap bugar dan berfungsi optimal.