Cegah Ruam dan Iritasi, Bagaimana Cara Pilih Popok agar Kulit Bayi Sehat?

Kombinasi antara keringat, urine, dan paparan lembap yang berkepanjangan dapat memicu iritasi kulit bayi yang bikin si Kecil tidak nyaman.

Diperbarui 14 Juni 2025, 22:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kulit bayi, terutama di masa awal kehidupannya, masih sensitif dan rentan terhadap berbagai gangguan, termasuk ruam popok, kemerahan, dan iritasi.

Di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, risiko tersebut bisa meningkat. Hal ini dikarenakan cuaca panas dan lembap membuat area kulit yang tertutup popok bayi mudah berkeringat dan lembap dalam waktu lama.

Kombinasi antara keringat, urine, dan paparan lembap yang berkepanjangan dapat memicu iritasi kulit bayi seperti disampaikan dokter spesialis anak Annisa Nur Aini dari RS Brawijaya Saharjo.

Kondisi tersebut membuat bayi jadi tidak nyaman dan bisa mengganggu kualitas tidur bayi.

“Pemilihan popok yang tepat sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit dan kualitas tidur bayi," kata Annisa dalam keterangan tertulis. 

Annisa mengatakan ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan saat memilih popok sekali pakai yakni

- Daya serap tinggi: Popok harus mampu menyerap urin dengan cepat dan menyebarkannya secara merata, agar tidak menumpuk di satu titik dan membuat kulit lembap terus-menerus.

- Sirkulasi udara baik: Popok dengan bahan berpori membantu kulit tetap ‘bernapas’ sehingga mengurangi risiko ruam dan kemerahan.

- Teruji aman untuk kulit bayi: Produk yang sudah teruji aman untuk kulit bayi membantu meminimalkan risiko alergi dan iritasi.

Inovasi Popok untuk Kulit Bayi Lebih Sehat

Salah satu inovasi terbaru datang dari PT Lucky Mom Indonesia (LMI) yang secara resmi meluncurkan Makuku Skin Health. Popok bayi sekali pakai yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan kulit bayi.

Makuku Skin Health memiliki desain bantalan timbul adaptif untuk meminimalkan kontak langsung dengan kulit bayi hingga 50 persen. Popok ini juga dilengkapi lapisan Acquisition Distribution Layer (ADL) dengan daya serap dua kali lebih cepat dan dapat menjaga kulit tetap kering hingga 12 jam.

 

Hasil Uji Dermatologis di Jerman

Produk ini telah melewati uji dermatologis di Jerman oleh Dermatest, sebuah lembaga independen berstandar internasional. Berdasarkan pengujian 72 jam pada berbagai jenis kulit menunjukkan tidak ditemukan reaksi iritasi apapun. Hasil tersebut membuat membuat produk ini mendapat predikat Excellent dan mendapat sertifikasi Dermatologically Tested.

"Kami memahami bahwa menjaga kulit bayi tetap kering danbebas iritasi adalah salah satu prioritas utama bagi orang tua, terutama saat malamhari. Melalui inovasi ini, kami ingin membantu orangtua lebih tenang dan percaya diri dalam merawat buah hati mereka," kata Head of Marketing Makuku Indonesia, Sulistyowati.