Liputan6.com, Jakarta - Masih banyak masyarakat yang percaya bahwa makan daging kambing bisa menyebabkan tekanan darah tinggi alias hipertensi.Â
Padahal, anggapan makan daging kambing bikin darah tinggi tidak sepenuhnya benar.Â
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi, dr. Bobby Arfhan Anwar, SpJP(K), menekankan, hal itu hanyalah mitos.Â
Advertisement
"Jangan salahkan daging kambingnya," kata dr. Bobby, seperti dikutip dari unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dr.bobbyjantung, pada Senin, 9 Juni 2025.Â
Menurut dr. Bobby, daging kambing justru merupakan salah satu jenis daging yang paling sehat karena kandungan lemaknya rendah dan kaya akan mineral serta nutrisi.Â
Lantas, mengapa banyak orang mengeluhkan tekanan darahnya naik setelah mengonsumsi daging kambing?
Menurut dr. Bobby, penyebab utamanya terletak pada cara pengolahan yang tidak sehat.
"Loh, kok bisa orang habis makan daging kambing tensinya naik? Bukan karena dagingnya tapi karena pengolahannya yang tinggi bumbu garam, penyedap, ini semua yang bikin tensi seorang naik," katanya.Â
Hal ini disebabkan kadar natrium yang ada dalam garam dan bumbu-bumbu itu yang bikin seorang mengalami hipertensi.
Daging Kambing Bukan Musuh Penderita Hipertensi
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5245686/original/017077100_1749377961-WhatsApp_Image_2025-06-08_at_12.44.27.jpeg)
Dalam dunia medis, daging kambing termasuk ke dalam kelompok daging merah. Namun, berbeda dengan daging merah lainnya, kandungan lemak jenuh dalam daging kambing relatif lebih rendah.Â
Ini menjadikannya pilihan yang lebih baik, asalkan diolah dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan dalam porsinya.Â
Masalahnya, banyak hidangan daging kambing seperti gulai atau sate disajikan dengan tambahan santan, minyak, atau garam berlebihan.Â
Inilah yang akhirnya menyebabkan tekanan darah melonjak, terutama pada mereka yang sudah memiliki faktor risiko hipertensi.
"Silakan makan daging kambing, tapi pengolahannya harus sehat," tambah dr. Bobby.
Advertisement
Tips Mengolah Daging Kambing agar Tidak Picu Hipertensi
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5245634/original/089549000_1749374266-WhatsApp_Image_2025-06-08_at_12.38.48.jpeg)
Berikut beberapa cara sehat dalam memilih dan mengolah daging kambing agar tetap aman untuk kesehatan jantung dan tekanan darah:
1. Pilih Bagian Rendah Lemak
Pilih bagian paha atau has luar yang memiliki kadar lemak lebih rendah. Sebelum dimasak, buang bagian lemak putih yang terlihat menempel. Sedikit lemak masih bisa ditoleransi karena dapat menambah cita rasa gurih alami.Â
2. Gunakan Teknik Memasak Sehat
Hindari metode menggoreng dengan minyak berlebih. Sebagai gantinya, pilih teknik memasak seperti:Â
- Rebus atau presto untuk menghasilkan tekstur daging empuk tanpa tambahan lemak.
- Kukus untuk hidangan rendah kalori.
- Panggang atau bakar, tetapi hindari bagian yang gosong karena dapat menghasilkan zat karsinogenik.
3. Batasi Bumbu Tambahan Kurang Sehat
- Kurangi penggunaan garam, penyedap rasa, dan kecap manis.
- Hindari penggunaan santan dalam jumlah banyak.
- Gunakan bumbu alami seperti bawang putih, jahe, kunyit, dan rempah segar lainnya.
4. Padukan dengan Bahan Sehat
Sajikan daging kambing bersama sayuran kukus atau salad segar. Sebagai sumber karbohidrat, pilih nasi merah atau kentang rebus yang kaya serat dan memiliki indeks glikemik lebih rendah.Â
5. Konsumsi dalam Porsi Wajar
Porsi daging yang dianjurkan untuk sekali makan adalah sekitar 80–100 gram. Jangan berlebihan, terutama bagi penderita hipertensi atau kolesterol tinggi.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5245661/original/038334400_1749375640-WhatsApp_Image_2025-06-08_at_12.41.37.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261062/original/073105300_1781677236-063_2281989496.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263929/original/069841500_1782033777-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263705/original/015489300_1781963735-Noni_Madueke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8383836/original/060443200_1782262774-IMG-20260624-WA0005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261677/original/091626500_1781753480-063_2282078791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7612066/original/027493400_1780397532-1780397441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4894934/original/050756800_1721286979-WhatsApp_Image_2024-07-18_at_14.06.59__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7516880/original/051039500_1780289122-Untitled3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239877/original/052325600_1780024780-17674852802150296434.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7239875/original/090758200_1780024779-4063644926194816847.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4802010/original/004623100_1713173463-IMG_2018.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4543791/original/077857500_1692435089-Snapseed_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7243297/original/008039400_1780028817-2350092004300823469.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5406426/original/081149500_1762572222-Sepiring_sate_klatak_Jogja__Wikimedia_Commons_.jpg)