BPOM Ungkap 3 Faktor Utama Penyebab Keracunan Makanan di Program Makan Bergizi Gratis

BPOM mengungkap tiga faktor utama yang menjadi penyebab keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis.

Diperbarui 22 Mei 2025, 09:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan ada 17 kasus keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di 10 provinsi.

"Ada 17 kasus keracunan dan sebetulnya ada 8 kasus non keracunan," kata Taruna dalam rapat Komisi IX DPRI RI bersama Badan Gizi Nasional pada Rabu, 22 Mei 2025.

Dari kasus keracunan makanan yang terjadi Taruna mengatakan pihaknya telah mempelajari beberapa faktor yang memicu terjadi hal yang tidak diinginkan itu.

"Kita bukan mau saling menyalahkan tapi dari kejadian ini, kita carikan jalan keluar, kita belajar dari 17 kasus sebelumnya," kata Taruna lagi.

Berdasarkan penelusuran dan analisis BPOM ada tiga faktor utama yang menjadi penyebab keracunan makanan dalam program tersebut:

1. Kontaminasi awal bahan pangan

Sumber kontaminasi bisa berasal dari bahan mentah, air baku, air pencucian. Bisa juga dari lingkungan pengolahan atau penyimpanan. Serta penjamah makanan yang kurang steril.

 

2. Pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri

"Hal ini terkait pengendalian suhu dan waktu, dimana ada suhu tertentu yang bisa memunculkan bakteri," kata Taruna.

Lalu, kondisi makanan serta proses pengolahan makanan yang tidak tepat bisa menjadi penyebab keracunan makanan dalam program MBG.

3. Kegagalan pengendalian kemanan pangan

Hal ini terkait dengan higiene dan sanitasi, pengendalian suhuh dan praktik penanganan makanan.

 

Siapkan Tenaga Ahli untuk Latih SPPI

Dalam kesempatan itu, Taruna juga menyatakan bakal berkontribusi secara maksimal dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Badan Pengawas Obat dan Makanan berkomitmen untuk men-support secara maksimal sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) yang kami miliki," katanya.

BPOM bakal memberikan pelatihan kepada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). SPPI merupakan tenaga SDM yang bertugas di sejumlah daerah untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis. SPPI bertanggung jawab antara lain memimpin dan mengelola SPPG di daerah masing-masing, memastikan kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu penyaluran makanan bergizi kepada anak sekolah. 

"BPOM sudah menyiapkan 900 instruktur untuk melatih 30.000 SPPI. Artinya, tenaga penggerak pembangunan Indonesia ini yang akan menjalankan pelaksanaan teknis dari Makan Bergizi gratis itu," ucap Taruna.