Liputan6.com, Jakarta Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dokter Piprim Basarah Yanuarso, mengungkapkan bahwa masih banyak kasus diabetes melitus (DM) tipe 1 pada anak yang luput dari diagnosis.
DM tipe 1 merupakan penyakit autoimun yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel beta pankreas, yakni bagian yang bertugas memproduksi insulin. Akibatnya, pankreas tidak dapat menghasilkan insulin dalam jumlah cukup, atau bahkan tidak memproduksi sama sekali.
Tanpa insulin, glukosa dalam darah tidak bisa masuk ke sel dan tetap berada dalam aliran darah, sehingga kadar gula meningkat di atas batas normal.
Advertisement
Berbeda dengan diabetes tipe 2 yang kerap dikaitkan dengan pola hidup tidak sehat, DM tipe 1 tidak disebabkan oleh faktor gaya hidup. Sayangnya, masih banyak kasus diabetes tipe 1 ini yang tidak terdiagnosis
“Masalahnya adalah masih banyak kasus DM tipe 1 ini yang tidak terdiagnosis atau salah diagnosis,” ujar Piprim seperti mengutip Antara.
“Jadi, anak-anak yang terdeteksi diabetes ini dalam kondisi yang sudah berat, biasanya karena koma, dia masuk karena ketoasidosis, baru dia ketahuan,” ia menambahkan.
Piprim pentingnya skrining dini untuk mendeteksi DM tipe 1 sejak awal. Selain itu, ia mendorong peningkatan layanan kesehatan bagi anak dengan DM tipe 1, terutama di wilayah yang belum memiliki fasilitas memadai.
Anak yang telah terdiagnosis dengan diabetes tipe 1 memerlukan suntikan insulin seumur hidupnya untuk mengontrol kadar gula darah.
Waspadai Gejala DM Tipe 1 pada Anak
Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi IDAI dokter Nur Rochmah menyampaikan gejala klinis yang sering dilaporkan terjadi pada anak dengan diabetes melitus tipe 1 antara lain banyak makan dan minum serta berat badannya turun.
"Pada kondisi berat akan datang ketoasidosis diabetikum (DKA), yaitu anaknya mual, muntah, datang dengan kurang kesadaran dan sesak," kata Nur di kesempatan yang sama.
Dia menekankan pentingnya deteksi dini gejala diabetes melitus pada anak guna menghindari munculnya komplikasi.
"Kita perlu aware pada anak-anak dengan gejala, banyak makan, banyak minum, berat badannya turun, dan pada pemeriksaan gula darah yang didapatkan tinggi lebih dari 200," katanya.
Advertisement
Anga Kejadian Diabetes Melitus Tipe 1 pada Anak
Angka kejadian diabetes melitus tipe 1 pada anak tercatat melonjak dari 3,88 per 100.000 pada 2000 menjadi 28,19 per 100.000 pada 2010.
"Untuk data DM tipe 1 baru di Indonesia, tahun 2022 sebanyak 584 pasien, tahun 2023 ada tambahan 594, jadi akan kita dapatkan sekitar 1.178," kata Nur.
"Pada tahun 2024 didapatkan tambahan sebanyak 527 pasien, jadi akan kita dapatkan total sampai dengan April 2025 sebanyak 1.948 pasien anak dengan DM tipe 1," ia menambahkan.
Sekitar 58 persen kasus diabetes melitus tipe 1 ditemukan pada anak perempuan dan 42 persen ditemukan pada anak laki-laki.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296926/original/028949100_1784034568-Menteri_Komunikasi_dan_Digital__Menkomdigi__Meutya_Hafid-14_Juli_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315002/original/001591700_1785821680-cek_fakta_pamsimas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297255/original/001962300_1784085160-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-15T101147.650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314981/original/095911000_1785820083-Screenshot_2026-08-04_112610.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5138715/original/005563900_1740038501-Tes_diabetes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 8 Hal tentang Tuberkulosis dan Diabetes Melitus](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/M31ygR8CiVbvv4Iyof53quZBApU=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565374/original/062470600_1777021199-Screenshot_2026-04-24_155805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515072/original/031142700_1772159200-andrew.jpeg)