Sukses

Pasien Kanker Payudara Harus Jaga Asupan Makanan, Ini Penyebab dan Anjurannya

Liputan6.com, Jakarta Mengatur asupan sehari-hari jadi salah satu hal penting bila hendak menerapkan pola hidup sehat. Apalagi jika Anda tengah menjalani pengobatan untuk kanker payudara, lebih cermat dalam memilih asupan makanan pun menjadi lebih penting lagi.

Dokter spesialis penyakit dalam di Johns Hopkins Medicine, Selvi Rajagopal mengungkapkan bahwa kanker dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan dalam hidup pasiennya, termasuk soal nafsu makan dan diet yang sedang dijalani.

Hal tersebut lantaran saat melakukan kemoterapi dan beberapa bentuk terapi radiasi, tubuh dapat merasakan efek samping yang berkaitan dengan nafsu makan. Berikut efek samping yang mungkin muncul.

- Sembelit, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan semakin mengurangi keinginan untuk makan.

- Diare, yang dapat menguras nutrisi pada tubuh.

- Kelelahan, yang menyebabkan Anda menjadi kurang aktif, sehingga Anda membakar lebih sedikit kalori dan tidak merasa lapar sepanjang hari.

- Hilangnya rasa, yang bisa membuat makanan tidak menarik bagi Anda

- Mual dan muntah, yang dapat mengurangi nafsu makan dan menyebabkan penurunan berat badan.

Selvi menjelaskan, efek samping di atas mungkin muncul pada pasien meskipun semuanya bergantung pada jenis kanker yang Anda miliki.

"Terkadang itu juga tergantung pada jenis kanker tertentu yang Anda miliki. Pengobatan untuk kanker payudara dan kanker darah misalnya, seringkali melibatkan steroid," ujar Selvi mengutip laman Johns Hopkins Medicine pada Rabu, (3/8/2022).

2 dari 4 halaman

Menyebabkan Kenaikan Berat Badan

Selvi menjelaskan, steroid tersebut dapat menyebabkan adanya peningkatan nafsu makan dan kadar gula darah, yang akhirnya menyebabkan resistensi insulin dan penambahan berat badan.

"Jadi, alih-alih berat badan turun, Anda justru mungkin akan mengalami penambahan berat badan dari kombinasi obat-obatan dan gaya hidup yang dijalani saat pengobatan kanker," kata Selvi.

Terlebih, beberapa pasien kanker payudara juga menjalani terapi hormon setelah kemoterapi. Obat-obatan tersebut seringkali menekan produksi estrogen, hormon yang mampu memainkan peran penting dalam metabolisme.

Alhasil jika metabolisme melambat, berat badan bisa mengalami penambahan. Itulah mengapa menjalankan pola hidup sehat lewat mengatur asupan makanan dianggap dapat membantu para pasien kanker payudara untuk mempertahankan berat badan.

Serta mendapatkan efek positif lainnya. Seperti membantu mengelola efek samping pengobatan, meningkatkan energi, meningkatkan tonus otot, dan mempertahankan fungsi kekebalan tubuh.

3 dari 4 halaman

Makanan yang Dianjurkan

Lebih lanjut Selvi mengungkapkan bahwa terdapat beberapa daftar makanan yang dianjurkan bagi Anda yang tengah menjalani pengobatan kanker payudara. Lalu, apa sajakah itu? Berikut diantaranya.

1. Mengandung protein nabati

Beberapa makanan terbaik untuk dimakan selama kemoterapi atau perawatan kanker lainnya adalah yang mengandung protein nabati. Selvi menjelaskan, makanan dengan protein nabati menawarkan tingkat vitamin dan mineral tinggi yang baik untuk tubuh.

2. Lemak sehat

Alpukat, minyak zaitun, minyak biji anggur, dan kenari kaya akan asam lemak omega-3. Fungsinya dapat membantu memerangi peradangan dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular.

3. Karbohidrat sehat

Saat memilih karbohidrat, pilihlah makanan yang diproses secara minimal, seperti gandum utuh misalnya. Hal tersebut lantaran jenis karbohidrat sehat ini dapat membantu menjaga bakteri usus yang baik.

4. Vitamin dan mineral

"Vitamin dan mineral membantu proses enzimatik tubuh kita, yang memainkan peran besar dalam meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan," ujar Selvi.

Jika memungkinkan, pilih makanan yang diperkaya dengan vitamin D. Seperti susu, jus jeruk, yogurt, dan beberapa jenis sereal.

4 dari 4 halaman

Bisa Juga Dikonsumsi Siapapun

Menurut Selvi, makanan yang dianjurkan untuk pasien kanker payudara sebenarnya juga tidak berfokus hanya untuk pasien saja. Melainkan dapat dikonsumsi oleh siapapun termasuk yang memiliki penyakit kronis lainnya.

"Siapapun dengan penyakit kronis, bahkan jika itu bukan kanker, baik apabila mengonsumsi makanan yang tinggi protein, lemak sehat, biji-bijian, serta vitamin dan mineral," ujar Selvi.

"Jika memungkinkan, lakukan penyesuaian pola makan ini sebelum pengobatan kanker dimulai sehingga Anda akan lebih sehat dan merasa lebih baik saat menjalani pengobatan," tambahnya.