Sukses

Pesan Ahli Diet, 4 Kebiasaan Minum ini Bikin Bobot Bertambah

Liputan6.com, Jakarta - Minuman apa yang biasa Anda konsumsi? Beberapa minuman yang Anda teguk bisa mempengaruhi metabolisme di tubuh.

Menurut ahli diet, Toby Amidor, kebiasaan minuman tersebut dapat memperlambat metabolisme tubuh sehingga menyebabkan bertambahnya berat badan.

Amidor mengatakan empat kebiasaan minuman ini dapat memperlambat metabolisme seperti dikutip dari situs Eat This pada Senin, 27 Juni 2022.

1. Tidak minum cukup air 

Tubuh terdiri dari sekitar 50 hingga 70 persen air dan bergantung pada H2O untuk berfungsi. Setiap sel, jaringan, dan organ dalam tubuh membutuhkan air agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

"Darah Anda terdiri dari sebagian besar air untuk membantu membawa nutrisi penting ke sel-sel Anda dan juga membawa bahan limbah ke ginjal dan keluar dari tubuh Anda melalui urine," kata Amidor.

Air juga dapat membantu mengatur suhu tubuh melalui keringat dan meningkatkan tinja yang sehat, memungkinkan saluran pencernaan berjalan dengan lancar.

Tanpa air, semua fungsi dan metabolisme tubuh ini bisa melambat. 

Untuk memaksimalkan metabolisme, Amidor menyarankan untuk minum air putih sepanjang hari. Selain itu, makan sejumlah buah-buahan dan sayuran yang disarankan.

 

2 dari 4 halaman

2. Tak Minum Kopi

Ada beberapa manfaat minum kopi, di antaranya meningkatkan metabolisme. Penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan tingkat metabolisme istirahat sebesar tiga hingga 11 persen.

Namun, kata Amidor, minum kopi berlebihan juga tidak sehat,"Untuk orang dewasa yang sehat, Food and Drug Administration telah menyebutkan 400 miligram kafein per hari merupakan jumlah yang umumnya tidak terkait dengan efek negatif yang berbahaya.".

Menurut Amidor, itu setara dengan sekitar tiga cangkir kopi delapan ons per hari. 

Untuk mempertahankan metabolisme, jangan lewatkan secangkir pada pagi hari --- nikmatilah, tetapi minimalkan penambahan seperti krim kental dan gula.

 

 

3 dari 4 halaman

3. Tidak Cukup Minum Susu

Kalsium tentu dibutuhkan untuk tulang yang kuat tetapi juga merupakan nutrisi yang digunakan untuk metabolisme.

"Kalsium berperan besar dalam metabolisme hampir setiap sel dalam tubuh dan berinteraksi dengan sejumlah besar nutrisi lainnya," ujar Amidor.

Amidor bilang tidak mendapatkan cukup kalsium dapat menyebabkan berbagai efek samping.

Selain itu, menurut pedoman diet 2020-2025 untuk orang Amerika, kebanyakan orang Amerika kurang mengonsumsi kalsium, vitamin D, dan kalium --- tiga nutrisi yang ditemukan dalam susu.

Untuk mempertahankan metabolisme tubuh, minumlah setidaknya satu atau dua porsi susu rendah atau tanpa lemak untuk membantu Anda memastikan mengonsumsi banyak kalsium yang dibutuhkan tubuh.

Ini untuk menjaga metabolisme tetap berjalan.

"Jika Anda tidak toleran laktosa, carilah jenis susu yang bebas laktosa, yang memiliki nutrisi yang sama dengan susu tradisional," Amigor menegaskan.

 

4 dari 4 halaman

4. Memilih Minuman dengan Tambahan Lemak Jenuh yang Tinggi  

Minuman yang sarat dengan tambahan gula, krim kental, dan banyak kalori dapat memengaruhi cara kerja metabolisme tubuh.

Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi minuman dengan lemak jenuh juga dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri dan penyakit jantung.

Untuk menjaga metabolisme tetap hidup, Amidor menyarankan untuk selalu membaca daftar bahan minuman favorit Anda, dan modifikasi untuk mengurangi lemak jenuh dan menambahkan gula.

"Sebagai alternatif, pilih lebih banyak air putih dalam diet Anda atau cari minuman 'menyenangkan' yang lebih rendah kalori, lemak jenuh, dan tambahan gula --- atau buat sendiri seperti di Strawberry Lemonade ini," kata Amidor.