Sukses

Seolah Haram, Bermalas-Malasan Punya Faedah untuk Kesehatan Mental dan Fisik

Liputan6.com, Jakarta - Menghabiskan waktu untuk rebahan, menonton acara kesukaan, tidur siang, melamun, atau membaca buku sambil oncang-oncang kaki kerap kali jadi kegiatan yang dianggap tidak berguna karena hanya bermalas-malasan.

Banyak orang mengecam kemalasan seolah itu sebagai kesalahan fatal dan haram hukumnya. Seperti data yang dihimpun oleh Independent misalnya, peneliti menemukan bahwa karyawan di Inggris rata-rata kelebihan kerja selama 10 jam setiap minggunya.

Mereka pun mencatat bahwa sebanyak 469 jam kelebihan jam kerja tersebut tidak dibayar sebagai gantinya. Plus, lebih dari setengah pekerja di Inggris tidak mengambil waktu istirahat makan siang secara penuh menurut laporan Metro.

Alhasil perubahan sikap terhadap pekerjaan dan relaksasi jadi hal yang terbelakang. Belum lagi jika pekerjaan rumah masih menunggu di belakang.

Padahal menurut ahli, malas ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan mental maupun fisik Anda. Bahkan, dianggap bermanfaat bagi otak dan tubuh.

Lalu, apa sajakah manfaat kesehatan dari bermalas-malasan? Melansir Elite Daily pada Jumat, (24/6/2022), berikut diantaranya.

1. Terhindar dari Burnout

Akademisi, Dr Isabelle Moreau mengungkapkan bahwa penting untuk memikirkan kualitas daripada kuantitas. Menurutnya, luangkanlah waktu yang tersisa untuk beristirahat dan berpikir, bukan hanya untuk terus-menerus menghasilkan sesuatu.

"Kebosanan dan kemalasan harus digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan kembali kendali atas tubuh dan waktu Anda sendiri," ujar Isabelle.

Terlebih, mengambil langkah mundur dari pekerjaan dapat memungkinkan Anda untuk melihat diri Anda lebih dari sekadar mesin produksi, dan memungkinkan Anda untuk mengenali kapan Anda berada di ambang terlalu banyak bekerja, yang mana nantinya dapat menjauhkan Anda dari apa yang disebut dengan burnout

2 dari 4 halaman

2. Menurunkan Tekanan Darah

Para peneliti di Allegheny College, Pennsylvania menemukan bahwa beristirahat atau tidur siang selama 45 menit hingga satu jam dapat membantu Anda menurunkan tekanan darah setelah melalui peristiwa menegangkan atau membuat stres.

Sehingga saat Anda merasa bersalah untuk tidur siang karena kerap dianggap malas, sadarilah bahwa Anda tidak hanya tertidur, melainkan secara aktif sedang terlibat dalam upaya meningkatkan kesehatan.

3. Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Esquire, penelitian yang dilakukan oleh University of Oklahoma mengungkapkan bahwa menonton satu dari empat film dapat membuat partisipannya lebih mampu mendeteksi emosi atau perasaan orang lain.

Hal tersebut dibandingkan dengan partisipan yang hanya menonton film dokumenter ilmiah atau tidak menonton sama sekali.

Para peneliti menyimpulkan bahwa memperhatikan narasi dapat membantu Anda memahami apa yang terjadi di kepala orang lain, yang kerap disebut sebagai teori pikiran.

Penelitian tersebut akhirnya memvalidasi bahwa menonton yang sering dianggap hanya bermalas-malasan dapat berkontribusi pada kecerdasan emosional seseorang.

3 dari 4 halaman

4. Mengurangi Rasa Kesepian dan Meningkatkan Harga Diri

Manfaat lainnya dari menghabiskan waktu luang dengan bermalas-malasan juga dikaitkan dengan kebiasaan melekat pada sesuatu (seperti televisi, handphone, dan lain-lain), yang mana bisa membantu Anda mengurangi rasa sepi dan meningkatkan harga diri.

Hal tersebut lantaran menurut profesor dari University of Oklahoma, Jennifer Barnes, otak manusia tidak benar-benar dibangun untuk membedakan apakah suatu hubungan itu nyata atau fiksi.

"Jadi persahabatan Anda dengan gadget yang digunakan sebenarnya bisa memberikan manfaat di dunia nyata," ujar Jennifer.

Terlebih menurut laporan Time, cara tersebut dapat berkontribusi pada kepercayaan diri seseorang dan mengurangi rasa kesepian.

4 dari 4 halaman

5. Berpikir Lebih Bebas

Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Klinis Pengembangan Kepemimpinan, Manfred FR Kets de Vries menemukan bahwa bermalas-malasan dapat menghasilkan keajaiban bagi kreativitas seseorang.

Hal tersebut lantaran Anda memberikan ruang pada diri sendiri untuk berpikir lebih bebas. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Quartzy yang menyatakan fakta lebih lanjut dibaliknya.

"Penelitian psikologis ini menunjukkan bahwa tidak melakukan apa-apa sangat penting untuk kreativitas dan inovasi, dan ketidakaktifan seseorang mungkin sebenarnya menumbuhkan wawasan, penemuan, atau melodi baru," tulis pihak Quartzy.