Sukses

Jadi Sosok Sahabat bagi Pasangan, Hidupkan Percikan Cinta dalam Pernikahan

Liputan6.com, Jakarta Tak dapat dipungkiri, kebosanan bisa saja datang menghampiri saat menjalin hubungan pernikahan. Terutama bagi mereka yang telah melewatinya selama puluhan tahun.

Namun ada lho tips untuk membuat hubungan pernikahan tetap hangat bahkan percikan api cinta masih terus ada. Salah satunya bisa dilakukan dengan memperlakukan pasangan layaknya sahabat.

Mengutip laman Family Today, cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan melibatkan diri Anda dalam hal-hal yang penting bagi pasangan.

Misalnya, pasangan Anda memiliki pekerjaan yang berkutat dalam ranah sains dan matematika. Anda pun dapat meminta bantuan pasangan dalam hal tersebut, yang kemudian bisa memicu percakapan yang seru diantara Anda dan pasangan.

Dengan begitu, pasangan juga bisa merasa lebih dicintai. Mengingat Anda memiliki upaya untuk mengenal dunianya lebih jauh.

Kedua, Anda juga bisa merasa bergembira dengan pasangan lewat hal-hal yang dilakukannya. Meskipun terkadang seperti kekanak-kanakan, bercanda sesekali dianggap dapat menghangatkan relasi pernikahan lho.

Cara tersebut juga dapat Anda lakukan dengan memanggil pasangan dengan panggilan sayang, dan sebagainya. Cara-cara yang hanya dipahami oleh Anda dan pasangan bisa jadi sesuatu yang begitu menenangkan dan menyejukkan hati meski hubungan telah terjalin begitu lama.

Ingatlah bahwa pernikahan merupakan kombinasi yang unik antara kesetiaan, ketertarikan, dan persahabatan.

Maka terkadang perlu untuk menegaskan kembali komitmen satu sama lain dalam hubungan agar para pasutri bisa menjadi lebih intim.

Persahabatan juga menjadi satu aspek dalam hidup yang membutuhkan usaha dan keseimbangan.

2 dari 4 halaman

Sahabat untuk Seumur Hidup

Memperlakukan pasangan layaknya sahabat ternyata juga memiliki manfaatnya tersendiri lho. Bahkan menurut sebuah studi, orang yang kerap memperlakukan pasangan layaknya sahabat merupakan pasangan yang paling bahagia.

Studi tersebut dipublikasikan dalam Journal of Happiness Studies. Para peneliti menemukan bahwa orang yang menganggap pasangannya sebagai sahabat merasa lebih puas dalam hidupnya.

Para peneliti melihat bahwa seringkali ketika seseorang melewati fase buruk dalam pernikahan atau hubungan, tak sedikit yang memiliki kecenderungan menyalahkan pasangan atau kekasih mereka.

Banyak yang cenderung lupa bahwa untuk hubungan yang bahagia kedua belah pihak harus bekerja sama. Dalam hal ini, bagaimana seseorang memperlakukan pasangan akan mempengaruhi bagaimana hubungan tersebut berjalan, begitupun sebaliknya.

Para peneliti mempelajari pasangan yang telah tinggal bersama dan hampir setengah dari peserta menganggap bahwa pasangannya adalah sahabat mereka.

Setelah dianalisis, para peneliti pun menyimpulkan bahwa individu yang menganggap pasangannya sebagai sahabat dua kali lebih puas dan bahagia daripada mereka yang tidak.

3 dari 4 halaman

Tidak Terpengaruh Faktor Lain

Menariknya lagi, studi tersebut juga telah konsisten untuk mengontrol faktor-faktor lainnya seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, dan status kesehatan.

Hasilnya masih menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan lebih tinggi untuk pasangan yang menikah, hidup bersama, dan saling melihat pasangan sebagai sahabat.

Hal tersebut lantaran ketika seseorang melihat pasangan sebagai sahabat, maka biasanya orang akan melihat pasangan sebagai orang yang selalu ada untuk kita.

Para peneliti juga menganggap bahwa seseorang tidak akan berpikir dua kali untuk mengomunikasikan sesuatu, sehingga keterbukaan juga terjadi.

Studi tersebut menyebutkan bahwa dibandingkan dengan pria, wanita lebih diuntungkan dari menjalin hubungan dengan seseorang yang mereka anggap sebagai sahabat mereka.

Namun, wanita cenderung tidak mengatakannya secara langsung bahwa pasangan mereka adalah sahabat mereka.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pernikahan memiliki dampak positif pada kehidupan seseorang dan menawarkan manfaat jangka panjang.

Studi tersebut menyatakan pernikahan dapat membantu meringankan penyebab penurunan kepuasan hidup paruh baya dan manfaat pernikahan tidak mungkin berumur pendek.

4 dari 4 halaman

Sisi Baik dan Buruknya

Pelatih kehidupan, Ashish Sehgal dalam hal ini mengungkapkan bahwa menjadi sahabat yang baik untuk pasangan Anda merupakan hal yang sehat dalam hubungan.

Namun, memiliki pasangan sebagai satu-satunya sahabat dapat menciptakan kekacauan dalam kehidupan pribadi seseorang.

"Itu ide bagus untuk memiliki memiliki persahabatan yang kuat dengan pasangan, dan sama pentingnya untuk tetap memiliki teman dekat lainnya," kata Ashish.

"Jika Anda menganggap pasangan Anda sebagai satu-satunya sahabat, Anda mungkin kehilangan perspektif antara persahabatan dan hubungan romantis," tambahnya.

Perbedaan klasik dalam keduanya adalah bahwa hubungan romantis mungkin menginginkan eksklusivitas dan persahabatan tidak memiliki aturan seperti itu.

Jika Anda keliru mencampuradukkannya, Anda mungkin mulai merasa bahwa pasangan Anda mungkin hanya memiliki Anda sebagai satu-satunya sahabat.

Serta, jika pasangan Anda adalah satu-satunya sahabat Anda, maka Anda mungkin juga merasa sendirian di waktu senggang (argumen, perbedaan pendapat, dan lain-lain) yang dialami banyak pasangan.