Sukses

Tubuh Jadi Kuning karena Atresia Bilier, Bayi Chana Perlu Transplantasi Hati

Liputan6.com, Jakarta - Chana Anaya Khairunnisa terlahir cantik dan putih bersih. Namun, beberapa minggu setelahnya tubuh Chana mulai menguning. Kulitnya pun berubah warna menjadi gelap.

Chana adalah putri pertama pasangan Intan Ramadhani dan M. Kadhafi NS. Sebagai orangtua baru, Intan dan Kadhafi mengaku awam dengan kondisi bayi mereka. Mereka hanya menuruti masukan dari orang sekitar untuk menjemur bayi mereka pada pagi hari.

"Karena ini anak pertama, kami masih awam dengan apa yang harus dilakukan," tulis Intan dalam laman Kitabisa.com.

"Orang sekitar menyuruh kami untuk menjemur anak kami pada pagi hari, kami lakukan hal tersebut lebih dari seminggu," tuturnya.

Upaya menjemur Chana di pagi hari yang telah rutin dilakukan selama seminggu tak menunjukkan perubahan. Alih-alih membaik, warna kuning semakin menyebar hingga ke mata bayi perempuan itu.

Pasangan yang tinggal di Bekasi itu pun membawa Chana ke RS Ananda Bekasi. Chana kemudian menjalani tes laboratorium untuk memeriksa golongan darah, bilirubin total, bilirubin direct dan indirect.

Dari tes tersebut, diketahui bilirubin total Chana 12. Sedangkan untuk bilirubin direct dan indirectnya belum diketahui lantaran alat di rumah sakit itu rusak. Chana disarankan untuk menjalani rawat inap.

"Dokter anak menyarankan Chana untuk dirawat inap agar difototerapi," kata Intan.

Opsi lainnya, untuk sementara Chana bisa dijemur agar terkena sinar matahari pagi. Intan dan Kadhafi pun memutuskan membawa pulang Chana sambil menunggu hasil lab bilirubin direct dan indirect yang alatnya rusak.

2 dari 4 halaman

Tes di RS Lain

Hanya saja, tak kunjung ada kabar dari RS Ananda. Sementara mata serta badan Chana makin menguning. Akhirnya Intan dan Kadhafi membawa Chana ke rumah sakit tempat bayi itu dilahirkan, RSUD Bekasi. Chana pun kembali menjalani tes darah dan hasil bilirubin total Chana kembali diketahui berjumlah 14. Sedangkan bilirubin direct dan indirectnya 4 serta 2.

"Dokter kemudian meminta Chana USG Abdomen Puasa dan hasilnya normal," tutur Intan. Namun, ketika orangtua Chana membawa hasil lab serta USG pada dokter anak di RSUD Bekasi, dokter mengatakan Chana kemungkinan mengalami Atresia Bilier dan perlu cangkok hati. Chana pun dirujuk ke RSCM.

"Di situ rasanya hancur hati kami sebagai orangtua karena mendengar anak sekecil Chana harus ditransplan."

Meski demikian Intan dan Kadhafi optimistis jika penyakit Chana tak separah itu. Mereka pun mencari rumah sakit lain. RS Hermina Bekasi menjadi rumah sakit ketiga yang didatangi orangtua Chana untuk memeriksakan kondisi bayi mereka. Di rumah sakit itu, Chana menjalani tes darah dan urine. Namun bayi itu tak lagi diminta untuk USG oleh dokter gastrohepatologi karena menurutnya hasil USG di rumah sakit sebelumnya kurang akurat, hanya satu fase.

"Dari hasil (tes) darah dan urine diduga Chana memang sakit Atresia Bilier dan kami dirujuk untuk ke RSCM."

3 dari 4 halaman

Perut Semakin Membesar

Di RSCM, Chana mengulangi sejumlah pemeriksaan seperti sebelumnya dan USG dua fase. Dari USG 2 fase itu, tidak ditemukan saluran empedu dan hasil bilirubin ricet Chana pun semakin naik.

Ketika menjalani rawat jalan, Chana sempat tiga kali transfusi albumin karena albuminnya rendah. Dan beberapa waktu lalu Chana dirawat inap karena sesak yang diakibatkan dari membesarnya perut.

Selama rawat inap, Chana menjalani prosedur biopsi hati, drainase cairan karena perutnya membesar dan perbaikan hernia akibat tekanan perut yang besar. 

Seiring bertambahnya usia Chana, perutnya pun semakin membesar. Kondisi itu membuat Chana menjadi rewel dan perkembangannya terhambat. Sebelumnya, Chana sudah bisa tengkurap. Namun kini, perut yang membesar membuat bayi perempuan itu tak bisa tengkurap.  

Mengutip laman Klikdokter, atresia bilier adalah salah satu jenis kelainan yang terjadi pada saluran metabolisme pada bayi baru lahir. Penyakit yang merupakan gangguan hati ini bersifat kronis, progresif, dan baru diketahui ketika bayi sudah lahir.

Pada atresia bilier terjadi sumbatan atau gangguan pada saluran empedu. Akibatnya cairan empedu tidak dapat meninggalkan organ hati, lalu menyebabkan kerusakan pada hati, dan mengganggu fungsi tubuh lainnya. Penyakit ini membutuhkan penanganan segera karena dapat berakibat fatal jika tidak tertangani dengan baik. 

4 dari 4 halaman

Biaya yang Diperlukan Chana

Biaya yang diperlukan untuk pengobatan Chana tidak sedikit. Intan dan Kadhafi berjuang mengumpulkan dana bagi pengobatan buah hati mereka. tapi, sejauh ini uang tabungan serta gaji bulanan Kadhafi tidak bisa mencukup biaya pengobatan Chana yang mencapai puluhan hingga ratusan juta. 

Berikut rincian biaya yang diperlukan Chana seperti yang disampaikan Intan melalui laman KitaBisa.com. 

  • Screening calon pendonor dan penerima donor hati: Rp100.000.000
  • Susu khusus per bulan Rp3.750.000x6 bulan = Rp22.500.000.
  • Vitamin dan obat-obatan yang tidak tercover BPJS Rp2.000.000x6 bulan = Rp12.000.000.
  • Biaya operasional dan obat-obatan yang akan datang dan tidak tercover BPJS selama pra dan pasca transplantasi hati Rp70.000.000.

Total, biaya pengobatan Chana adalah Rp204.500.000. 

"Kami sangat berharap Chana bisa sehat, tumbuh berkembang, bermain dan ceria seperti anak anak yang lainnya."