Sukses

Cara Mencegah Kekurangan Vitamin D di Masa Pandemi

Liputan6.com, Jakarta - Meningkatkan daya tahan tubuh tak cukup hanya dengan berolahraga. Namun juga harus memperhatikan asupan yang dikonsumsi sehari-hari, termasuk pemenuhan vitamin, khususnya vitamin D.

Kurangnya informasi tentang bagaimana cara yang tepat dalam memenuhi kebutuhan vitamin ini tak elak membuat kadar vitamin dalam tubuh pun menjadi tidak optimal dan menimbulkan risiko kesehatan pada tubuh.

Bahkan menurut penelitian oleh Korean Society for Preventive Medicine, Asia Tenggara menjadi salah satu wilayah dengan prevalansi defisiensi vitamin D tertinggi, yakni hingga 70 persen.

Dr. Adam Prabata, General Practitioner & PhD Candidate in Medical Science, menjelaskan, bahwa kurangnya kadar vitamin D dalam tubuh, umum dialami oleh masyarakat. Namun kebanyakan orang tidak menyadarinya akibat keluhan yang dirasakan sangat ringan, bahkan tidak ada keluhan sama sekali.

"Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab defisiensi vitamin D, yakni: faktor fisiologis, seperti usia dan kondisi kesehatan," jelas Adam.

Ini termasuk obesitas dan atau tubuh tidak dapat menyerap cukup nutrisi dari makanan; tidak mendapatkan paparan sinar matahari yang memadai, penggunaan tabir surya, dan gaya hidup dengan aktivitas luar ruangan yang terbatas; serta kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin D. Tentu hal ini pada akhirnya berdampak pada kesehatan, khususnya daya tahan tubuh.

"Oleh sebab itu, langkah-langkah khusus untuk menghindari terjadinya defisiensi vitamin D ini sangat dibutuhkan, agar mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sekaligus menjaga tubuh dari penyakit,” tambah dr. Adam.

2 dari 3 halaman

3 Cara Cegah Terjadinya Defisiensi Vitamin D

Berikut 3 langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat guna mencegah terjadinya defisiensi vitamin D, yakni: 

Melakukan pengecekan kadar vitamin D secara berkala.

Pemeriksaan kadar vitamin D rutin 6 (enam) bulan sekali bisa dilakukan untuk mengetahui kadar vitamin D dalam tubuh, di mana normalnya adalah 30-100 ng/mL.

Memperbanyak kegiatan di luar ruangan dan mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin D. 

Memperbanyak kegiatan di luar ruangan, seperti berolahraga, dapat membantu tubuh mendapatkan paparan sinar UV-B dari matahari, di mana diharapkan kulit yang diinduksi oleh sinar UV-B ini dapat memproduksi vitamin D. Jangan lupa perhatikan waktu dan berapa lama hal tersebut sebaiknya dilakukan.

Pemenuhan vitamin D juga dapat berasal dari makanan yang kita konsumsi, seperti salmon, tuna, hati sapi, serta jamur.

Mengonsumsi suplemen vitamin D 

Secara umum, makanan yang dikonsumsi hanya dapat memenuhi 20 persen kebutuhan vitamin D dalam tubuh. Sementara berjemur tidak cukup untuk memenuhi 80 persen sisa kadar vitamin D yang dibutuhkan sehari-hari. Sehingga suplementasi sangatlah dibutuhkan. 

Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar Anda mendapat dosis yang tepat sesuai kebutuhan.

Reporter: Lianna Leticia

3 dari 3 halaman

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19