Pria yang gemar mabuk-mabukan sebaiknya berpikir dua kali sebelum melakukannya. Soalnya, minuman favoritnya itu bisa menghalanginya mengalami orgasme.
Segelas koktail atau anggur mungkin bisa membantu seseorang menjadi santai dan sedikit lebih seksi. Tapi, minuman beralkohol tidak bagus untuk kehidupan seksual Anda.
Seperti dikutip dari Huffington Post, Selasa (8/1/2013), inilah yang dihasilkan alkohol untuk kehidupan seks si pemabuk:
1. Alkohol depresan sistem saraf pusat
Alkohol bisa menghambat sistem saraf pusat yang penting untuk gairah seksual dan orgasme, respirasi, sirkulasi, serta sensitivitas pada ujung saraf.
2. Alkohol bikin tubuh dehidrasi
Gairah seksual membutuhkan volume darah yang membawa oksigen dan sensasi yang lebih besar untuk kelamin. Proses ini terkait dengan ereksi (pria) dan pelumasan (wanita).
Dengan kurangnya volume cairan di dalam darah dan tertekannya sistem saraf, tubuh berjuang untuk kinerja seksual.
Tapi alkohol tidak selalu berefek negatif untuk seks. Alkohol memiliki reputasi sebagai afrodisiak. Namun itu tergantung pada moderasi.
Satu hingga dua kali minum, (tergantung berat badan, jenis kelamin, dan faktor lain) bisa bertindak sebagai pelumas sosial. Penelitian menunjukkan kalau alkohol memungkinkan orang mengatasi hambatan seksual atau perasaan tidak mampu.
Tapi semakin banyak minum, depresan mulai menghambat kemampuan tubuh untuk merespons secara seksual.
3. Ereksi berkurang
Terlalu banyak minum alkohol berhubungan dengan masalah ereksi. Dehidrasi karena minum-minuman menyebabkan volume darah berkurang dan meningkatnya angiotensin, hormon yang berhubungan dengan disfungsi ereksi.
4. Ejakulasi tertunda
Pada 2004, sebuah studi menemukan 11 persen pengguna alkohol cenderung memiliki masalah saat mencapai orgasme. Pria sulit ejakulasi sedangkan wanita membutuhkan rangsangan yang lebih untuk mengalami orgasme, dibanding wanita yang sedikit atau tidak minum alkohol.
5. Vagina kekeringan
Alkohol bisa melumasi interaksi sosial, tapi tidak bisa melumasi vagina wanita. Bahkan, umumnya alkohol bisa berkontribusi dengan kelelahan, sakit kepala, dan kekeringan vagina (yang bisa menyebabkan rasa sakit).
Tapi alkohol juga tak selamanya buruk. Berikut manfaatnya:
1. Pengobatan ejakulasi dini
Beberapa peneliti merekomendasikan alkohol sebagai pengobatan untuk mengontrol waktu ejakulasi. Sedangkan alkohol bisa menjadi solusi sementara, yang bisa lebih efektif da n permanen untuk ejakulasi dini.
2. Peningkatan gairah wanita secara subjektif
Saat mabuk, wanita lebih sulit mencapai orgasme secara fisik, tapi beberapa wanita melaporkan merasa senang.
Hal ini kemungkinan dapat dijelaskan oleh perasaan sosial yang santai yang diperoleh saat pertama minum.(MEL/IGW)
Segelas koktail atau anggur mungkin bisa membantu seseorang menjadi santai dan sedikit lebih seksi. Tapi, minuman beralkohol tidak bagus untuk kehidupan seksual Anda.
Seperti dikutip dari Huffington Post, Selasa (8/1/2013), inilah yang dihasilkan alkohol untuk kehidupan seks si pemabuk:
1. Alkohol depresan sistem saraf pusat
Alkohol bisa menghambat sistem saraf pusat yang penting untuk gairah seksual dan orgasme, respirasi, sirkulasi, serta sensitivitas pada ujung saraf.
2. Alkohol bikin tubuh dehidrasi
Gairah seksual membutuhkan volume darah yang membawa oksigen dan sensasi yang lebih besar untuk kelamin. Proses ini terkait dengan ereksi (pria) dan pelumasan (wanita).
Dengan kurangnya volume cairan di dalam darah dan tertekannya sistem saraf, tubuh berjuang untuk kinerja seksual.
Tapi alkohol tidak selalu berefek negatif untuk seks. Alkohol memiliki reputasi sebagai afrodisiak. Namun itu tergantung pada moderasi.
Satu hingga dua kali minum, (tergantung berat badan, jenis kelamin, dan faktor lain) bisa bertindak sebagai pelumas sosial. Penelitian menunjukkan kalau alkohol memungkinkan orang mengatasi hambatan seksual atau perasaan tidak mampu.
Tapi semakin banyak minum, depresan mulai menghambat kemampuan tubuh untuk merespons secara seksual.
3. Ereksi berkurang
Terlalu banyak minum alkohol berhubungan dengan masalah ereksi. Dehidrasi karena minum-minuman menyebabkan volume darah berkurang dan meningkatnya angiotensin, hormon yang berhubungan dengan disfungsi ereksi.
4. Ejakulasi tertunda
Pada 2004, sebuah studi menemukan 11 persen pengguna alkohol cenderung memiliki masalah saat mencapai orgasme. Pria sulit ejakulasi sedangkan wanita membutuhkan rangsangan yang lebih untuk mengalami orgasme, dibanding wanita yang sedikit atau tidak minum alkohol.
5. Vagina kekeringan
Alkohol bisa melumasi interaksi sosial, tapi tidak bisa melumasi vagina wanita. Bahkan, umumnya alkohol bisa berkontribusi dengan kelelahan, sakit kepala, dan kekeringan vagina (yang bisa menyebabkan rasa sakit).
Tapi alkohol juga tak selamanya buruk. Berikut manfaatnya:
1. Pengobatan ejakulasi dini
Beberapa peneliti merekomendasikan alkohol sebagai pengobatan untuk mengontrol waktu ejakulasi. Sedangkan alkohol bisa menjadi solusi sementara, yang bisa lebih efektif da n permanen untuk ejakulasi dini.
2. Peningkatan gairah wanita secara subjektif
Saat mabuk, wanita lebih sulit mencapai orgasme secara fisik, tapi beberapa wanita melaporkan merasa senang.
Hal ini kemungkinan dapat dijelaskan oleh perasaan sosial yang santai yang diperoleh saat pertama minum.(MEL/IGW)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334903/original/053454000_1787904698-HOAX__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335179/original/068083900_1787917398-cek_fakta_menko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/35677/original/minum-alkohol130108a.jpg)