Sukses

Apa Itu CPR atau Resusitasi Jantung Paru yang Selamatkan Nyawa Christian Eriksen?

Liputan6.com, Copenhagen - Nyawa Gelandang Denmark, Christian Eriksen, terselamatkan setelah mendapat tindakan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) dari tim medis. Apa itu CPR?

Eriksen kolaps pada Laga Denmark vs Finlandia Piala Eropa 2021, pada Sabtu, 12 Juni 2021. Saat pemain Inter Milan tersebut tiba-tiba jatuh, rekan-rekannya dan juga wasit langsung berlari ke arahnya.

Tim medis yang datang tidak lama setelah Kapten Denmark Simon Kjaer mengecek jalur pernapasan Eriksen, langsung melakukan CPR cepat guna mengembalikan kemampuan bernapas dan sirkulasi dalam tubuh.

Dari kejadian tersebut, Konsultan Elektrofisiologi Jantung di Norfolk and Norwich Hospital Trust, Dr Richard Till, mendorong semua memiliki kemahiran melakukan CPR atau RJP.

Richard, mengatakan, peristiwa yang dialami Christian Eriksen adalah kejadian yang bisa terjadi kapan saja.

Menurut Richard, pertolongan pertama CPR benar-benar suatu keterampilan yang menyelamatkan nyawa.

 

2 dari 6 halaman

Tindakan CPR atau Resusitasi Jantung Paru Perlu Dikuasai

Dalam diskusi Semua Orang Bisa Bantu Selamatkan Nyawa beberapa waktu lalu, dr Jetty R H Sedyawan SpJP, mengatakan, pengetahuan dasar dan pelatihan Resusitasi Jantung Paru atau CPR yang tepat dapat menjadikan siapa saja bisa jadi penyelamat pasien henti jantung mendadak.

Ilmu yang bermanfaat ini juga bisa memerpanjang kesempatan hidup pasien.

Jetty, mengingatkan, pertolongan dalam golden period terhadap pasien henti jantung dapat membantu risiko hidup pasien lebih tinggi dan terhindar dari rusaknya jaringan otak.

"Dalam kondisi henti jantung di mana korban berhenti bernapas dan tidak sadar, diperlukan pertolongan CPR antara nol hingga sepuluh menit pertama untuk menghindari kerusakan jaringan otak," katanya.

 

3 dari 6 halaman

Teknik CPR, Pertolongan Pertama yang Menyelamatkan Nyawa Christian Eriksen

Berikut teknik-teknik CPR yang harus dikuasai semua orang seperti penjelasan seorang Instructor First Aid di Paramedic Medic One, Vani Pubayu.

Vani mengatakan bahwa pemberian CPR ini dikenal dengan singkatan DRCAB.

1. Perhatikan kondisi sekitar (Danger)

Saat melihat korban yang tidak sadarkan diri seperti korban serangan jantung, tersambar petir, atau korban kecelakaan, penting melihat kondisi sekitar untuk memastikan keamanan dalam menolong korban.

"Perhatikan apakah kondisi sekitar aman bagi korban, si penolong, dan orang lain yang berada di sekitar. Hal ini penting agar si penolong tidak terkena bahaya seperti sisa arus listrik dan lainnya," kata Vani.

2. Cek respons (Response)

Cek respons atau kesadaran dilakukan saat penolong memastikan bahwa kondisi sekitar aman.

Penilaian tingkat kesadaran korban dapat dilakukan dalam empat tahap. Pertama, cek apakah korban sadar? Apakah korban merespons dengan panggilan suara? Apakah korban merespon apabila ada pemberian rasa sakit, seperti ditepuk pundaknya.

Jika tidak memberikan respons, mintalah seseorang untuk menghubungi ambulans, mengambil P3k dan Defibrilator Eksternal Otomatis (AED), jika ada.

Selain itu, cek apakah korban bernapas atau tidak. Jika tidak, korban baru bisa mendapatkan penanganan CPR. Pengecekan napas bisa dilakukan dengan melihat pergerakan dada.

 

4 dari 6 halaman

Teknik CPR Berikutnya

3. Kompresi dada (Compression)

RJP atau CPR adalah kombinasi tindakan kompresi dada dan bantuan napas. Ketika jantung tidak bisa berdetak, kompresi dada diperlukan untuk sirkulasi darah yang membawa oksigen.

Agar kompresi dada efektif, korban harus dalam posisi terlentang pada permukaan rata dan keras.

Langkah melakukan kompresi dada dewasa yaitu dengan memberikan penekanan pada dada sebanyak 30 kali penekanan dengan kedalaman 5 sampai 6 cm. Lokasi penekanan berada pada pertengahan dada yaitu di bawah tulang sternum.

4. Jalan napas (Airway)

Setelah memberikan 30 kali kompresi dada, buka jalan napas dengan menggunakan cara meletakkan satu tangan di dahi korban dan tengadahkan kepala korban.

Kemudian letakkan ujung jari di bawah dagu korban, kemudian angkat dagunya. Posisi ini akan mempertahankan jalan napas tetap terbuka.

5. Berikan bantuan napas (Breathing)

Berikan bantuan napas sebanyak dua kali. Setiap tiupan dilakukan selama 1 detik dan terlihat dada terangkat.

5 dari 6 halaman

Infografis Gibol Jangan Nobar Euro 2021

6 dari 6 halaman

Simak Video Berikut Ini