Sukses

Ahli: Mutasi Virus Corona Le Variant Breton di Prancis Bisa Bikin Tes PCR Tak Berfungsi

Liputan6.com, Paris - Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara dan Mantan Dirjen P2P & Ka Balitbangkes, Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan tentang varian Virus Corona terbaru yang ditemukan di Prancis, Le Variant Breton.

Menurutnya, pada Senin, 15 Maret 2021, Menteri Kesehatan Prancis mengumumkan bahwa telah ditemukan Virus Corona varian baru penyebab COVID-19. Varian ini ditemukan sesudah melakukan pemeriksaan sekuens genomik pada suatu klaster infeksi di rumah sakit di kota Lannion.

“Ada delapan pasien COVID-19 di sana yang terbukti membawa varian terbaru ini, yang sementara ini mereka beri nama le variant breton,” kata Tjandra melalui pesan teks kepada Health Liputan6.com, Sabtu (20/3/2021).

Tjandra melanjutkan bahwa ada empat kemungkinan dampak mutasi Virus Corona le variant breton, yaitu:

- Dampaknya pada diagnosis dengan PCR (Polymerase Chain Reaction).

- Tentang penularan penyakit.

- Berhubungan dengan beratnya penyakit.

- Dampak mutasi pada vaksin.

Tjandra berpendapat bahwa Virus Corona varian baru dari Prancis tersebut memiliki kemungkinan untuk membuat PCR tidak berfungsi.

“Yang perlu dapat perhatian adalah bahwa kasus-kasus ini ternyata memberi hasil negatif waktu di tes dengan PCR test yang biasa kita pakai untuk memastikan seseorang sakit atau tidak,” katanya.

Untuk kasus-kasus di Prancis, orang-orang baru dipastikan sakit sesudah dilakukan pemeriksaan mendalam, termasuk periksa darah dan bahkan jaringan paru-paru.

“Suatu pemeriksaan yang amat tidak mudah dilakukan,” Tjandra menambahkan.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Mutasi Lainnya

Sebelum mutasi di Prancis, pada pertengahan Februari 2021 Finlandia melaporkan mutasi varian “Fin-796H” yang mereka temukan di Helsinki-based Vita Laboratories.

Virus tersebut tidak bisa terdeteksi dengan salah satu pemeriksaan PCR yang biasa mereka gunakan.

“Memang data dari Finlandia belum terlalu konklusif,” katanya.

“Tentu kita belum tahu bagaimana perkembangan mutasi “le variant breton” ini selanjutnya, tetapi kalau memang nantinya keampuhan tes PCR jadi benar-benar terganggu maka tentu dunia akan menghadapi babak baru dan tantangan cukup berat untuk mediagnosis COVID-19,” tutup Tjandra.

3 dari 4 halaman

Infografis Mutasi Virus Corona Lebih Jinak, Bisa Berubah Ganas di Indonesia?

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini