Sukses

Daftar Negara yang Kembali Lockdown dan Pengetatan Aturan COVID-19

Liputan6.com, London - COVID-19 yang kembali merebak membuat beberapa negara kembali menerapkan aturan lockdown atau penguncian wilayah. Hal ini menyusul penambahan kasus COVID-19 yang tak terbendung, ditambah lagi dengan merebaknya varian baru Virus Corona di Inggris, Afrika Selatan, Denmark dan Belanda.

Di Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson menghadapi seruan untuk memerlakukan lockdown nasional ketiga di tengah penyebaran varian baru virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Aturan penguncian wilayah ketiga ini telah resmi berlaku.

Langkah melakukan lockdown yang mencakup perintah tinggal di rumah dan penutupan sekolah untuk sebagian besar siswa, diumumkan oleh perdana menteri pada Senin, 4 Januari 2021, waktu setempat.

Perjalanan antar negara pun telah dilarang sejak 26 Desember 2020. Mulai 1 Januari 2021, pertemuan antar rumah tangga di rumah atau kebun pribadi tidak diizinkan.

Seluruh Inggris sekarang berada dalam pembatasan yang ketat termasuk Wales, Irlandia Utara, dan sebagian besar Skotlandia juga tengah diisolasi.

Pada konferensi pers di Downing Street pada Selasa, 5 Januari 2021, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan bahwa dia tak punya pilihan selain memerlakukan penguncian ketiga mengingat angka terbaru COVID-19 dengan jumlah pasien di rumah sakit 40 persen lebih tinggi dari pada puncak pertama, dikutip dari situs BBC pada Rabu, 6 Januari 2021.

Berikut negara-negara yang memilih untuk kembali lockdown guna mencegah penularan Virus Corona yang lebih luas.

Italia

Melansir situs Independent co uk, orang Italia telah menjalankan penguncian nasional pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, dengan jam malam yang ketat antara pukul 10.00 malam dan 05.00 pagi.

Bar, restoran, dan toko non-esensial tutup antara 24 dan 27 Desember 2020, 31 Desember 2020, berlanjut pada 3 Januari 2021 sampai dengan 6 Januari 2021. Pada tanggal tersebut, orang-orang diperbolehkan bepergian hanya karena alasan pekerjaan, kesehatan, atau darurat.

Jerman

Jerman telah melakukan lockdown ketat pada 16 Desember 2020, menutup semua toko yang tidak penting dan memberlakukan jam malam di beberapa daerah, dengan langkah-langkah tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga setidaknya 10 Januari 2021.

Kanselir Angela Merkel mendesak warga Jerman untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu dan membatasi kontak sosial seminimal mungkin.

Jerman juga telah memerluas larangan penerbangan penumpang dari Inggris untuk melarang transportasi penumpang dengan kereta api, bus, dan kapal. Tindakan serupa berlaku untuk Afrika Selatan, tempat varian baru Virus Corona penyebab COVID-19 juga telah terdeteksi. Tindakan tersebut berlaku hingga 6 Januari 2021.

Pada 4 Januari 2021, Pemerintah Jerman dan mayoritas dari 16 negara bagian federal Jerman telah sepakat untuk memperpanjang langkah-langkah penguncian hingga 31 Januari 2021

 

2 dari 4 halaman

Negara Lainnya

Austria

Austria melakukan penguncian nasional ketiga setelah Natal dan mencabutnya lebih awal untuk orang-orang yang menjalani tes. Artinya, penguncian ketiga diberlakukan hanya 11 hari setelah penguncian kedua berakhir.

Penguncian baru telah dimulai pada 26 Desember. Toko, restoran, teater, museum, dan sekolah akan dibuka kembali pada 18 Januari.

Austria memperkenalkan persyaratan karantina selama musim liburan untuk hampir seluruh Eropa yang bertujuan menghalangi kunjungan wisatawan dari negara tetangga.

Petugas militer setempat mengatakan pihaknya telah mengerahkan lebih banyak tentara untuk membantu polisi menegakkan kontrol di perbatasan dengan Jerman, Republik Ceko, Slovakia, Hungaria, Slovenia dan Italia di bawah rezim penguncian baru.

Yunani

Di Yunani, kuncian nasional kedua telah diberlakukan pada November. Kuncian ini telah diperpanjang beberapa kali, dan saat ini diberlakukan hingga pukul 6 pagi pada 7 Januari 2021.

Warga negara diharuskan mengirim pesan teks ke nomor pemerintah yang meminta izin untuk meninggalkan rumah mereka.

Ada juga larangan bepergian antar daerah dan jam malam antara jam 9 malam dan jam 5 pagi dengan pengecualian seperti pekerjaan dan kesehatan.

Belanda

Pemerintah Belanda telah melakukan penguncian lima minggu yang ketat sebelum hari Natal. Hal ini dilakukan dengan menutup semua sekolah dan toko yang tidak penting sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran penyakit.

Bisnis, gym, museum, bioskop, dan teater yang tidak penting semuanya telah ditutup. Bar dan restoran di Belanda juga telah ditutup sejak pertengahan Oktober tetapi penguncian parsial tidak cukup memperlambat penyebaran virus.

Polandia

Polandia telah memperpanjang penutupan sekolah, restoran, pusat olahraga, hotel, lereng ski, dan pusat perbelanjaan dari 28 Desember hingga 17 Januari.

Kroasia

Kroasia melakukan penguncian sehingga penduduk tidak dapat meninggalkan daerah tempat tinggal mereka pada tanggal 23 Desember hingga 8 Januari.

Spanyol

Di Spanyol, jam malam dilonggarkan dan maksimal 10 orang per rumah tangga diizinkan berkumpul untuk Natal dan tahun baru sebagai aturan umum.

Perpindahan antar daerah dibatasi untuk kunjungan keluarga dan teman dekat antara tanggal 23 Desember hingga 6 Januari, kecuali jika daerah tersebut memberlakukan aturan yang lebih ketat.

3 dari 4 halaman

Infografis Kombinasi 3M Turunkan Risiko Tertular COVID-19 hingga 99,9 Persen

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: