Sukses

Hati-Hati! Sering Nyeri Kepala Bagian Belakang Bisa Jadi Gejala Neuralgia Oksipital

Liputan6.com, Jakarta Seiring dengan perubahan zaman dan gaya hidup masyarakat, semakin banyak jenis-jenis penyakit atau masalah kesehatan yang bermunculan. Misalnya, kebiasaan menundukkan kepala untuk melihat layar smartphone, bekerja dengan layar laptop dan komputer yang jika dilakukan secara terus menerus dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Bukan hanya membuat mata lelah dan leher pegal, masalah kesehatan yang sering dikeluhkan adalah sakit kepala. Bagian yang sakit bisa macam-macam dari depan, samping dan belakang. Karena aktivitas menunduk jadi kebiasaan, sakit kepala dan nyeri pun dianggap efek yang biasa-biasa saja.

Jangan sampai Anda berpikir seperti itu. Sebab nyeri kepala yang sudah akut dan berlangsung terus menerus dapat mengakibatkan kepala dan leher terkena gangguan saraf oksipital dan penyakit Neuralgia Oksipital.

Neuralgia Oksipital merupakan bentuk sakit kepala yang melibatkan kepala bagian belakang dengan distribusi saraf oksipital. Berdasarkan data di Amerika dan di Indonesia, hampir 20 juta kunjungan rawat jalan per tahunnya merupakan pasien yang mengeluhkan nyeri pada bagian kepalanya. Hampir 95 persen dari populasi akan mengalami sakit kepala di beberapa titik dalam hidup mereka.

Neuralgia Oksipital merupakan sindrom sakit kepala yang dapat bersifat primer maupun sekunder. Pada sakit kepala primer, tidak ditemukan penyebab struktural atau penyakit yang jelas seperti migrain, ketegangan, dan sakit kepala cluster lainnya.

Bahkan 90 persen dari nyeri kepala dan nyeri wajah disebabkan oleh sakit kepala premier dimana neuralgia oksipital sering dikacaukan dengan sindrom sakit kepala primer lainnya, seperti migrain dan cluster headache. Sedangkan pada sakit kepala sekunder, terdapat proses penyakit mendasar yang mungkin termasuk tumor, trauma, infeksi, penyakit sistemik, atau pendarahan.

2 dari 3 halaman

Gejala Neuralgia Oksipital 

Pasien yang mengidap Neuralgia Oksipital, menurut dr. Ketut Ngurah Gunapriya, Dokter Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi di RS EMC Sentul, mengatakan bahwa gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini dapat berupa rasa sakit, rasa terbakar, dan berdenyut yang sering unilateral dan terus menerus dengan rasa sakit yang hilang timbul, mengejutkan, dan sekejap.

"Rasa sakit biasanya berasal dari daerah suboksipital-bagian tengah belakang-kepala dan menjalar ke kulit kepala belakang dan samping. Bahkan, terdapat penderita Neuralgia Oksipital yang melaporkan rasa sakit di belakang mata pada sesisi yang sakit," kata dr. Ketut.

 

 

Pasien juga dilaporkan merasa nyeri di bagian leher, pelipis, dan daerah frontal (depan). Tekanan pada saraf oksipital juga memperkuat rasa sakit yang timbul, tetapi biasanya tidak terdapat pemicu yang jelas.

Hindari melakukan gerakan leher seperti ekstensi dan rotasi, karena hal tersebut dapat memicu rasa sakit. dr. Ketut menyebutkan pasien dengan Neuralgia Oksipital mungkin mengalami gejala yang mirip dengan migrain atau bahkan sakit kepala cluster. Pasien juga bisa merasakan gejala terkait seperti parestesia kulit kepala posterior, fotofobia, dan pusing. Keluhan nyeri kaku dan otot nyeri juga sering ditemukan pada pasien neuralgia oksipital.

 

3 dari 3 halaman

Pengobatan Neuralgia Oksipital

Jika Anda mengalami sakit kepala yang disertai nyeri kaku dan otot, maka ada baiknya segera melakukan konsultasi ke dokter saraf. Dokter saraf akan melakukan pemeriksaan fisik yang lengkap.

Pemeriksaan neurologis juga sangat diperlukan untuk mendiagnosis sakit kepala. Diagnosis dilakukan berdasarkan area karakteristik nyeri serta menemukan titik area yang memperburuk nyeri. Setelah diagnosis didapatkan, maka akan memperjelas apakah penyebabnya adalah neuralgia oksipital struktural atau idiopatik.

Alternatif lainnya, pasien bisa melakukan resonansi magnetic pencitraan (MRI) kepala dan tulang belakang leher. Jika ternyata keadaan cukup parah, maka dokter saraf pun akan melakukan pemeriksaan tulang belakang.

Neuralgia Oksipital Struktural

Pada Neuralgia Oksipital struktural, dr. Ketut mengatakan bahwa pilihan pengobatannya adalah melakukan pembedahan blok saraf lokal.

"Blok saraf oksipital adalah alat diagnostik dan terapeutik yang berharga, sederhana, dan aman yang harus dipertimbangkan pada awal perjalanan pengobatan. Hal ini direkomendasikan pada pasien mengingat mayoritas penyebab Neuralgia Oksipital struktural tidak jelas. Terlebih lagi, penyakit ini mudah disalah artikan sebagai sindrom sakit kepala lainnya," kata dr. Ketut.

Terapi Obat Anti Inflamasi

Selain melakukan pembedahan, pasien bisa melakukan perawatan dan terapi pemberian obat anti inflamasi non steroid (NSAID), neuropatik obat-obatan (obat kejang, antidepresan trisiklik), dan mungkin opioid. Perawatan konservatif terapi fisik, pijat, akupuntur, dan panas adalah perawatan lain yang bisa dipilih untuk Neuralgia Oksipital. Terapi lain yang bisa dilakukan adalah Radiofrequency Thermocoagulation (RF). Jenis terapi ini memiliki banyak keuntungan dari segi keamanan, efektivitas, periode pemulihan yang cepat, dan tidak menimbulkan jaringan parut permanen.

Mayoritas penyakit Neuralgia Oksipital tidak memiliki struktural yang jelas sehingga dibutuhkan perhatian khusus dalam mendiagnosa dan pengobatan yang tepat, terutama untuk menyingkirkan penyebab struktural patologis.

 

Untuk pengobatan nyeri kepala, penyakit Neuralgia, dan gangguan nyeri lainnya, Anda dapat berkonsultasi dengan dr. Ketut Ngurah Gunapriya, Sp.An, KIC, FIPM, FIPP, CIPS, Dokter Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi di RS EMC Sentul.

Informasi dan jadwal konsultasi Anda dapat langsung hubungi RS EMC Sentul di 021-29673000.

 

(*)