Sukses

Bukan Cuma Anak-Anak, Orang Dewasa Juga Perlu Imunisasi

Liputan6.com, Jakarta Imunisasi bukan sekadar untuk anak-anak, orang dewasa juga perlu mendapatkan vaksin tertentu untuk memperkuat antibodi dalam tubuh.

"Imunisasi pada orang dewasa amat penting dan merupakan kelanjutan dari imunisasi saat anak-anak,” jelas dokter spesialis penyakit dalam Dirga Sakti Rambe dalam diskusi di FMB9, Kamis, 15 Oktober 2020.

Imunisasi meskipun sudah dewasa tetap dilakukan karena tidak semua vaksin memberikan proteksi seumur hidup. “Contohnya saja vaksin influenza yang perlu vaksin ulang setiap tahun. Saya sendiri melakukan vaksin influenza setahun sekali saat ulang tahun biar mudah mengingat jadwalnya,” tutur Dirga.

Pada kondisi pandemi seperti saat ini, WHO menyarankan orang dewasa vaksin influenza dan pneumonia. Vaksinasi tersebut memang tidak bisa mencegah seseorang terkena COVID-19 melainkan untuk meningkatkan peluang bila terinfeksi virus SARS-CoV-2 tidak berat.

"Ada penelitian yang menyebutkan kalau pernah vaksin influenza risiko kematian (bila terkena COVID-19) lebih rendah dan kemungkinan kena COVID-19 dengan kondisi berat itu lebih rendah," lanjut dokter yang juga vaksinolog lulusan Italia ini.

"Oleh karena itu, di masa pandemi ini vaksin influenza amat sangat disarankan," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Bukti Cinta ke Keluarga

Selain itu,imunisasi yang dilakukan orang dewasa juga bentuk cinta kepedulian terhadap keluarga dan orang-orang di sekitar.

"Imunisasi merupakan bukti cinta dan kepedulian kepada keluarga dan orang di sekekliling kita," kata dokter spesialis anak yang juga aktif di Yayasan Orangtua Peduli, Purnawamwati Sujud.

Orang dewasa, sebagai tulang punggung keluarga seharusnya tetap menjaga kesehatan tubuhnya. Kehidupan manusia dewasa di era modern semakin dipengaruhi tekanan pekerjaan, lingkungan, serta gaya hidup.

“Kesehatan orang dewasa sangat krusial bagi keluarga, karena tetap harus bekerja hingga mengurus anak. Tentu peran vaksin ampuh untuk membantu dan menjaga imunitas orang dewasa,” jelas Purnamawati.

3 dari 3 halaman

Infografis Sputnik V, Vaksin Covid-19 Pertama Dunia?