Sukses

117 ASN Positif COVID-19, Pemkot Bandung Gelar Penyelidikan Epidemiologi

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bergerak cepat mengisolasi sejumlah pegawainya yang positif terpapar COVID-19. Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga berkoordinasi dengan daerah asal para pegawai untuk melakukan penyelidikan epidemiologi.

Menurut Kepala Bapelitbang sekaligus Koordinator Bidang Perencanaan, Data, Kajian dan Analisa Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, kini seluruh pegawai yang positif sudah mengisolasi diri. Jika tanpa gejala ucap Ahyani, maka mengisolasi mandiri di rumah.

"Sedangkan jika ditemukan gejala, maka diisolasi di rumah sakit. Sekitar 80 persen diantaranya termasuk OTG (Orang Tanpa Gejala) sehingga tidak dirawat di rumah sakit," ujar Ahyani dalam keterangan resminya ditulis Jumat, 11 September 2020.

Ditemukannya 117 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung positif terpapar COVID-19, merupakan hasil test sejak 27 Agustus 2020 lalu. Tes tersebut digelar di sejumlah kecamatan di Kota Bandung.

Pemkot Bandung juga telah memiliah para pegawai yang terkonfirmasi COVID-19. Pemilihan berdasarkan domisili para pegawai.

"Karena kita juga harus berkoordinasi dengan daerah asal pegawai tersebut. Setiap kasus harus dilacak. Termasuk memeriksa semua yang pernah kontak erat dengan pegawai yang terkonfirmasi COVID-19," kata Ahyani.

 

2 dari 4 halaman

Gelar Tes Swab Massal

Ahyani mengungkapkan, sejak Agustus lalu Pemkot Bandung memang menggelar swab test massal. Hal itu untuk mengetahui dan mencegah penyebaran COVID-19. Rencananya, swab test akan dilaksanakan terhadap 62 perangkat daerah yang terdiri dari kecamatan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Kendati demikian, Ahyani memastikan, pelayanan publik di Kota Bandung tetap berjalan. Jika ada penutupan kantor sifatnya hanya sementara, yaitu untuk proses penyemprotan disinfektan.

"Kantor pelayanan yang di dalamnya terdapat ASN dan non ASN yang positif COVID-19 akan ditutup sementara. Paling lama selama tiga hari untuk penyemprotan disinfektan," sebut Ahyani.

3 dari 4 halaman

Zona Oranye Kota Bandung

Ahyani mengungkapkan, saat ini Kota Bandung masih masuk zona oranye. Penemuan kasus positif di lingkungan Pemkot Bandung juga merupakan wujud komitmen mencari kasus COVID-19. Apalagi Kota Bandung memiliki kemampuan untuk pemeriksaan.

Hal ini upaya memperlambat penyebaran di masyarakat. Pasalnya sebut Ahyani, tanpa tes maka tidak akan tahu seseorang positif atau tidak bergejala.

"Tes ini merupakan upaya kami menahan laju dan penyebaran di masyarakat," jelas Ahyani.

Untuk itu juga, Ahyani meminta dukungan masyarakat dengat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Diantaranya tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan dengan sabun.

Alasannya, jika semua itu dilaksanakan dengan taat, maka potensi penyebaran akan berkurang. (Arie Nugraha)

4 dari 4 halaman

Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker