Sukses

Cegah Penularan, Ketahui Cara Tepat Saat Buang Dahak Bagi Pasien TBC

Liputan6.com, Jakarta Budi Hermawan, Ketua Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosis (POP TB) Indonesia. Menerangkan tata cara yang baik dalam membuang dahak. Menurutnya, dahak pasien TBC tidak boleh dibuang sembarangan karena berpotensi menularkan penyakit.

“Jangan buang dahak sembarangan,” kata Budi dalam webminar Kementerian Kesehatan, Kamis (14/8/2020).

Cara yang baik dalam membuang dahak adalah mengumpulkan dahak terlebih dahulu dalam satu wadah tertutup. Setelah dahak terkumpul, masukkan cairan karbol ke dalam wadah berisi dahak tersebut.

“Jadi biarkan kumannya mati dulu setelah itu baru dibuang.”

Penggunaan karbol ini terbukti ampuh membunuh kuman, sesuai dengan arahan dari dokter-dokter yang menangani Budi.

Mengumpulkan dahak dalam satu wadah juga berguna untuk mengurangi perpindahan pasien ke kamar mandi atau membuang dahak sembarangan seperti di halaman rumah.

“Kalau paisen salah membuangnya bisa berbahaya, misalnya ke halaman rumah, itu bisa terkena sinar matahari, jadi debu, dan itu bisa jadi sumber penularan juga.”

2 dari 3 halaman

Cegah Penularan di Rumah

Budi menambahkan, untuk mencegah terjadinya penularan di dalam rumah hal pertama yang perlu dilakukan adalah berobat sampai sembuh.

“Kalau sudah sembuh berarti tidak akan menularkan lagi.”

Selain itu, hal penting yang tak boleh dilupakan adalah penggunaan masker dan selalu menggunakan etika batuk di manapun berada.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah memastikan kamar dimasuki sinar matahari guna mengurangi risiko penularan di rumah.

“Untuk pasien TB itu jendela harus dibuka setiap hari dengan bukaan 100 persen agar masuk sinar matahari langsung.”

Menjemur alat tidur seperti bantal, Kasur, selimut, guling juga perlu dilakukan karena kuman TB akan mati dengan sinar matahari, tambah Budi. 

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini: