Sukses

WHO soal Flu Babi G4: Bukan Virus Baru, Sudah Diawasi Sejak 2011

Liputan6.com, Jakarta Direktur Eksekutif Program Kedaruratan World Health Organization (WHO) Michael Ryan pada Rabu kemarin angkat bicara soal temuan flu babi yang baru-baru ini dipublikasikan di China.

Dalam konferensi persnya di Jenewa Ryan mengatakan bahwa flu babi ini bukanlah virus baru. Namun, mereka mengatakan bahwa virus ini telah diawasi oleh WHO cukup lama.

"Saya pikir, penting untuk meyakinkan orang-orang bahwa ini bukan virus baru. Ini adalah virus yang sedang diawasi," kata Ryan seperti dikutip dari Xinhua pada Kamis (2/7/2020).

"Ini adalah temuan dari pengawasan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun," katanya.

Walau begitu, Ryan juga mengatakan bahwa mereka akan tetap melakukan pengawasan ketat terhadap virus-virus yang berpotensi menginfeksi manusia.

2 dari 2 halaman

Sudah Diawasi Sejak 2011

Ryan mengatakan bahwa virus flu babi ini telah diawasi oleh otoritas China dan jaringan pengawas influenza global di seluruh dunia, serta pusat-pusat kerja sama WHO.

"Itu sudah di bawah pengawasan sejak 2011 dan pada kenyataannya, publikasi terbaru adalah publikasi dari waktu ke waktu dan jelas melaporkan baik tentang evolusi virus ini dalam populasi babi, tetapi juga dalam hal paparan pekerja dari waktu ke waktu," kata seperti dikutip dari siaran konferensi pers di laman WHO.

Sebelumnya, tim peneliti China meneliti virus influenza yang ditemukan pada babi sejak 2011 hingga 2018. Mereka menemukan varian genotipe 4 virus H1N1. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Amerika Serikat, Proceedings of the National Academy of Sciences.

Ryan menekankan bahwa mereka akan tetap waspada terkait virus ini.

"Kami perlu terus melakukan pengawasan dengan sangat baik terhadap genotipe G4 ini dan kami berharap itu akan terus berlanjut dalam beberapa bulan dan tahun yang akan datang." Menurut dia, hal ini penting untuk menunjukkan pentingnya sistem pengawasan serta respons influenza secara global.