Khawatir Virus Corona, Petugas Kesehatan di Amerika Minta Orang Sakit Diam di Rumah

Petugas kesehatan telah meminta siapapun yang sedang merasa sakit untuk mengisolasi diri dan tinggal di rumah karena wabah virus corona di Amerika terus bertambah.

Diterbitkan 07 Maret 2020, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Petugas kesehatan telah meminta siapapun yang sedang merasa sakit untuk mengisolasi diri dan tinggal di rumah karena wabah virus corona di Amerika terus bertambah. 

"Flu dan COVID-19 sama-sama penyakit pernapasan yang memiliki gejala yang sama," ujar Dr. Macklin E.Guzman, DHSc, MPH, seorang epidemiolog, ahli kesehatan global dan peneliti utama medi-weightloss, kepadsa FoxNews.

"Jika anggota keluarga jatuh sakit dan mulai menunjukkan gejala seperti penyakit pernapasan (misalnya demam, batuk, sesak napas), penting untuk menghubungi dokter untuk segera dievaluasi," kata Guzman.

Guzman mengatakan, petugas kesehatan nantinya akan menentukan apakah perlu dilakukan tes COVID-19 atau tidak. Orang awam juga tidak boleh berasumsi bahwa anggota keluarga Anda memiliki coronavirus tanpa tes lab.

Adapun yang diijinkan untuk merawat keluarga mereka yang sakit adalah mereka yang sedang sehat dan sistem kekebalan tubuhnya tidak terganggu, karena dianggap tidak bersiko tinggi untuk mengalami komplikasi.

Bahkan jika pasien dinyatakan positif, keluarganya yang sehat dianggap aman untuk terus merawatnya, hanya disarankan menambah tindakan pencegahan (misalnya memakai sarung tangan dan masker saat mengurusi cairan tubuh pasien).

Guzman mengingatkan tidakan pencegahan termasuk memastikan pasien mengikuti instruksi petugas kesehatan untuk pengobatan dan perawatan, membantu pasien mendapatkan makanan atau obat, serta memantau gejalanya untuk mendeteksi jika penyakit memburuk.

Keluarga yang merawat pasien harus memakai masker saat berada di sekitar pasien dan tinggal di ruangan yang terpisah dari anggota keluarga lainnya. Juga jangan dulu menerima tamu, serta jangan ada kontak dengan hewan peliharaan.

Pasien juga harus menjauhi orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya akan terganggu, seperti bayi baru lahir, balita, pemakai obat imunosupresif, pasien kanker, pasien lansia, pasien yang baru saja dioperasi, pasien penyakit kronis, dan seseorang yang telah memiliki masalah pernapasan kronis.

 

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Kenapa orang sakit tidak dibawa ke RS?

 

Menurut Guzman, tidak semua gejala pernapasan merupakan tanda-tanda COVID-19. Jadi untuk meminimalisir infeksi penyakit dan penyebaran virus corona, petugas kesehatan akan fokus untuk mengecek kesehatan keluarga di rumah. Bila ternyata positif, maka tentu akan langsung ditindaklanjuti.

"Cara terbaik melindungi Anda dan keluarga dari COVID-19 adalah dengan mengikuti semua praktik dasar yang sama seperti perlindungan terhadap flu. Praktik ini dapat diterapkan di dalam maupun di luar rumah."

Praktik tersebut sebagaimana yang dianjurkan oleh CDC, yaitu mencuci tangan, menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut, menutupi batuk atau bersin, mendesinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh, dan sebagainya.

Meskipun pasien telah sembuh, masih diperlukan untuk menjalankan praktik tersebut untuk meminimalisir transmisi sekunder.