Sukses

Dokter di Inggris Ciptakan Hijab Steril

Liputan6.com, Jakarta Sebuah rumah sakit di Derby, Inggris menjadi pionir di negara tersebut dalam menciptakan hijab steril bagi pegawainya. Penutup kepala yang digunakan sekali pakai itu merupakan ide seorang dokter residen Muslim, Farah Roslan.

Ide itu muncul ketika Farah Roslan masih menjadi trainee. "Aku mengenakan hijab yang sama seharian. Tentunya setelah seharian digunakan, kerudungku tak lagi ideal dan bersih," cerita Farah pada BBC Radio.

"Aku tak merasa nyaman melepasnya dan kemudian dengan sopan aku diminta keluar dari ruang operasi terkait pencegahan infeksi," lanjutnya.

Ketika itu, Farah Roslan adalah masiswi kedokteran yang menerima beasiswa dari University Hospitals of Derby dan Burton NHS Foundation Trust. Ia pun mencari solusi bagi masalah yang dihadapi, agar dapat mengejar impian di bidang medis dan tetap menjaga keimanannya.

 

2 dari 2 halaman

Hijab Steril Sekali Pakai

Farah Roslan pun kemudian meneliti bahan-bahan kain serta mendesain prototip hijab yang fungsional namun harganya terjangkau, dapat digunakan sekali pakai, serta sesuai standar rumah sakit. Upayanya berhasil. Hijab tersebut tersedia bagi staf rumah sakit di Derby sejak awal Desember.

"Aku sangat senang visiku telah menjadi kenyataan dan penutup kepala ini sekarang tersedia bagi semua staf," ujarnya, melansir laman New York Post.

Inovasi hijab steril sekali pakai itu disambut baik oleh pihak rumah sakit. "Kami bangga menjadi yang terdepan dalam praktik kebaikan dan inklusivitas skala nasional," tulis rumah sakit tersebut dalam rilis.

Farah Roslan berharap akan banyak rumah sakit yang menggunakan penutup kepala yang telah disetujui itu.

Konsultan bedah Dr Gill Tierney yang merupakan mentor Roslan semasa jadi mahasiswi kedokteran ikut menyambut baik karya anak didiknya tersebut. Menurutnya dilema itu telah ada namun jarang terungkap hingga Roslan menemukan solusinya.

"Harganya tidak mahal dan semoga efeknya akan luar biasa," ucap Dr Tierney.

Loading