Sukses

Wajib Tahu, Fakta Seputar Kekerasan dalam Hubungan

Liputan6.com, Jakarta Belakangan ini semakin banyak kasus kekerasan dalam hubungan mulai muncul ke permukaan. Faktanya, tak sedikit dari para remaja yang berada dalam abusive relationship.

Berada dalam hubungan dengan kekerasan membuat beberapa orang susah trauma. Namun, tidak banyak yang berani untuk menghindari abusive relationship karena merasa takut.

Laki-laki maupun perempuan dapat melakukan perbuatan kasar serta menjadi korban dari abusive relationship. Namun, bukan tidak mungkin untuk menghindari perilaku kasar saat berada dalam suatu hubungan. Hal ini dapat dilakukan jika Anda mengenali dengan baik tentang abusive relationship tersebut.

Dilansir dari WebMD, menurut Centers for Disease (CDC) bahwa sekitar 9 persen remaja adalah korban dari kekerasan fisik yang didapat dari pasangan. Elizabeth Miller, MD, Ph.D, seorang dokter di University of Pittsburgh mengatakan jika pelecehan yang lebih banyak terjadi pada para remaja mungkin tidak bersifat fisik.

Ada beberapa masalah umum yang sering terjadi pada remaja dalam suatu hubungan, yakni pelecehan emosional dan pelecehan verbal. Pelecehan emosional seperti menyakiti perasaan seseorang secara sengaja. Pelecehan verbal seperti berteriak, mengancam, atau mengejek orang juga dianggap sebagai pelecehan verbal.

Tindakan mengontrol perilaku pasangan seperti menelepon berulang kali untuk bertanya keberadaannya, memberitahu dengan siapa bisa bergaul, atau membaca teks pesannya atau memeriksa ponselnya tanpa izin juga menunjukkan perilaku abusive. Sedangkan menekan atau memaksa seseorang ke dalam situasi seksual yang tidak diinginkan pasangan juga merupakan bentuk perilaku abusive yang lebih serius.

 

2 dari 2 halaman

Hindari kekerasan dalam hubungan

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan saat menjalin suatu hubungan untuk melindungi diri, baik menjadi sumber atau korban abusive relationship:

1. Pelajari aturan dalam suatu hubungan

Masa remaja adalah waktu untuk mempelajari berbagai aturan tentang memulai suatu hubungan. Ketahui tentang perilaku yang baik dan buruk apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam suatu hubungan. Pelajari hal-hal tentang kebiasaan-kebiasaan dalam suatu hubungan yang pasangan dan Anda hargai.

2. Ketahuilah bahwa perlakuan kasar dapat berarti masalah besar

Perilaku seperti memukul seseorang, menampar seseorang adalah suatu tindakan yang serius dan dapat dibawa ke ranah hukum.

3. Dengarkan diri sendiri dan ketahui batasan Anda sendiri

Jika Anda merasa suatu tindakan tersebut salah jangan lakukan hal itu terjadi. Jika Anda mendapati pasangan melakukan perbuatan kasar, jangan sesekali memberikan toleransi. Bicarakan dengan pasangan bahwa dia seharusnya tidak melakukan hal tersebut.

4. Lihatlah hubungan yang sehat

Terkadang untuk mengetahui apakah suatu hubungan normal dan tidak sehat bisa sangat sulit. Jika dalam suatu hubungan Anda merasa tidak yakin harus bertindak seperti apa, tanyakan pada orang dewasa yang sudah berpengalaman yang Anda percayai seperti orangtua, guru, atau orangtua teman yang dapat membantu Anda untuk membuat pilihan yang tepat.

5. Bantu orang lain yang berada dalam abusive relationship

Jika Anda mendapati teman melecehkan seseorang secara verbal atau fisik, maka cari cara aman untuk menghentikan situasi tersebut. Anda bisa memulainya dengan mencoba berbicara dengan pelaku sebagai gangguan untuk menghentikannya berlaku kasar atau beritahu orang yang lebih dewasa jika Anda merasa tidak aman untuk ikut terlibat.

Dengan mengambil tindakan dan membantu, Anda mengingatkan semua orang bahwa perilaku kasar tidak boleh dibiarkan dan ditoleransi.

6. Ingatlah bahwa Anda tidak dapat mengendalikan semua hal

Bila dalam suatu hubungan kamu merasa sudah tidak dapat lagi mempercayai seseorang atau kamu merasa sudah tidak lagi aman. Maka pilihan terbaik adalah membiarkannya pergi dan menyelesaikan hubungan.

Jika Anda menjadi target abusive

Jika seseorang melecehkan Anda, segeralah untuk mendapatkan bantuan. Buatlah semacam rencana untuk menjaga agar diri Anda tetap aman dari perlakuan kasar pasangan. Bila Anda menghadapi ancaman langsung yang membahayakan keselamatan Anda cobalah untuk menghubungi pihak berwajib.

Apabila Anda melihat tanda-tanda bahwa akan mendapatkan pelecehan dalam suatu hubungan, bicaralah dengan orang lain yang Anda percayai dan dapat membantu.

 

Penulis: Winda Nelfira

Loading