Sukses

Positif Diabetes Bukan Berarti Harus Diet Ketat Kurangi Porsi Makan

Liputan6.com, Jakarta - Diagnosis diabetes bukan sebuah pertanda bahwa hidup akan menjadi buruk. Justru kondisi ini merupakan titik awal bagi pasien untuk menjalani hidup sehat.

Sebab, pengobatan medis untuk orang dengan diabetes akan diikuti dengan mengubah pola makan sehari-hari.

"Pola makan untuk penyandang diabetes bukan berarti beda dengan orang pada umumnya. Tetapi sebenarnya berupa panduan pola makan dengan berbagi makanan bergizi dalam takaran porsi yang tepat dna mengikuti waktu makan yang rutin," kata dokter spesialis gizi, Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK dalam sebuah diskusi bersama media pada Rabu, 13 November 2019.

Fiastuti menambahkan bahwa pasien diabetes tidak perlu diet ketat yang mengurangi porsi makan.

Namun, perlu mengonsumsi pola makan dengan menerapkan gizi seimbang yang mengandung karbohidrat baik, yakni yang memiliki indeks glikemik rendah, tinggi serat, vitamin, dan mineral.

 

 

2 dari 2 halaman

Diabetes Penyakit Kronik

Diabetes merupakan penyakit kronis yang bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius. Penyakit perlu ditangani secara serius.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia mengungkapkan bahwa ada peningkatan jumlah pasien diabetes. Pada 2013 sebanyak 6,9 persen orang menderita diabetes.

Angka itu meningkat di tahun 2018, yakni menjadi 8,5 persen. Berdasarkan persentase itu, diperkirakan mencapai 16 juta orang yang berisiko terkena penyakit lain juga karena diabetes, hingga bahkan kelumpuhan hingga kematian.

"Diabetes adalah silent killer dan ibu dari segala penyakit atau induk dari berbagai penyakit degeneratif seperti stroke, hipertensi, jantung koroner, dan disfungsi ereksi. Diabetes disebut silent killer karena banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya menyandang diabetes," kata Konsultan Metabolik Endokrin, Dr. dr Fatimah Eliana, SpPD, KEMD, FINASIM.

Maka penting sekali bagi masyarakat untuk sadar akan gejala diabetes yang sering muncul. Eliana mengatakan bahwa gejalanya bisa berupa rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, sering merasa kantuk, sering merasa lapar dan lemas.

Penulis : Selma Vandika

Loading
Artikel Selanjutnya
Bisakah Mencegah Diabetes Melitus Tipe 1 pada Anak?
Artikel Selanjutnya
Wajib Tahu, 4 Gejala Diabetes pada Anak