Sukses

Tidur Siang Turunkan Risiko Kena Serangan Jantung

Liputan6.com, Jakarta Aktivitas tidur siang belum tentu menunjukkan kemalasan. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa sesungguhnya, kegiatan itu bermanfaat bagi jantung.

Dilansir dari LAD Bible pada Rabu (25/9/2019), dalam sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti di University Hospital of Lausanne di Swiss, orang yang tidur siang memiliki risiko serangan jantung hampir setengah lebih rendah daripada mereka yang tidak melakukannya.

Dalam penelitian yang dimuat di British Medical Journal Heart tersebut ilmuwan mengatakan bahwa kurang tidur meningkatkan risiko aterosklerosis atau penumpukan plak di arteri tubuh dan membuat mereka menyempit hingga mengeras.

Sehingga, bagi seseorang yang kurang istirahat malam, aktivitas tersebut bisa menjadi salah satu strategi untuk mencegah penyakit menghampiri.

Penelitian ini memantau 3.400 orang dengan usia 35 hingga 75 selama sekitar lima tahun. Mereka melihat keterkaitan antara frekuensi tidur siang, durasi rata-rata, hingga risiko terkena serangan jantung dan stroke.

Selama masa penelitian, 155 peserta terkena serangan jantung atau stroke. Namun, partisipan yang tidur siang setidaknya dua kali seminggu, memiliki risiko sekitar 48 persen dibandingkan yang tidak tidur sama sekali.

"Asosiasi ini berlaku setelah memperhitungkan faktor-faktor yang berpotensi terpengaruh seperti usia, durasi tidur malam hari, serta risiko penyakit kardiovaskular lainnya seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol," kata penulis utama Dr. Nadien Hausler.

 

2 dari 2 halaman

Berlaku bagi Lansia

Walau begitu, efek yang tidak begitu baik dari tidur siang hanya terlihat pada mereka yang berusia 65 ke atas serta mengalami masalah apnea yang parah.

Naveed Sattar, profesor dari University of Glasgow mengatakan, meski tidur siang sekali atau dua kali seminggu baik untuk kesehatan, namun jika dilakukan setiap hari, orang malah lebih mudah untuk sakit. Sehingga yang terpenting sesungguhnya adalah mencukupi kebutuhan tidur di malam hari.

"Jauh lebih baik untuk menargetkan tidur malam yang teratur dan mengikuti gaya hidup yang biasa disarankan mulai dari dari diet yang baik, serta tingkat aktivitas yang cukup," kata Sattar.

 

Saksikan juga video menarik berikut: