Sukses

Remaja, Usia Anak yang Kerap Bikin Orangtuanya Elus-Elus Dada

Liputan6.com, Jakarta - Pola asuh orangtua akan berubah ketika anak beranjak usia remaja. Di usia segitu, anak-anak akan hidup dengan penuh risiko, lebih suka menghabiskan waktu dengan teman-temannya, dan kurang suka berkomunikasi dengan orangtua.

Lalu bagaimana jika anak remaja justru lebih suka menyendiri? Pastinya akan menimbulkan kekhawatiran. Pasti akan muncul asumsi, apakah anak mengalami bullying, punya masalah pribadi serta hal negatif lainnya.

Tanda Positif

Jika cukup dekat dengan anak, mungkin orangtua tak perlu khawatir jika mengetahui anaknya memiliki karakter suka menghabiskan waktunya sendiri karena ternyata ini adalah tanda yang positif.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Adolescence dan dilakukan di University of California menemukan bahwa anak remaja yang memilih menghabiskan waktunya sendiri kemungkinan besar tahu apa yang terbaik untuk dirinya sendiri, karena kesendirian (solitude) bukan berarti tanda mengurung diri atau depresi.

 

2 dari 2 halaman

Kehidupan Anak Remaja

Tak Perlu Khawatir

Dengan kata lain, ketika anak lebih suka membaca buku di rumah, nyaman menghabiskan waktu dengan keluarga atau hewan peliharaan tapi tetap bisa mempertahankan kehidupan sosialnya dengan baik dengan teman-temannya, ini bukanlah tanda bahaya.

Dalam hal ini, menghabiskan waktu sendiri adalah sepenuhnya keputusan dan keinginan anak dan mereka tahu apa yang ia mau dan sedang merencanakan sesuatu dengan mengikuti kata hatinya.

Namun, untuk memastikan anak baik-baik saja, tetap pantau kegiatannya ya Moms.

Penulis : Muthia Nugraheni / Dream.co.id

Loading