Sukses

4 Makanan Peningkat Imunitas Anak

Liputan6.com, Jakarta - Di minggu-minggu pertama masuk sekolah, anak berada di fase senang bermain dengan teman sebaya seharian. Yang membuat imunitas si Kecil gampang drop, sehingga mudah sekali terjadi penularan virus dan bakteri penyakit.

Tingkat kekebalan tubuh tiap anak tentunya berbeda. Salah satu cara untuk menjaga level kekebalan tubuhnya cukup baik adalah dengan memberikan asupan-asupan kaya gizi secara rutin.

Berikut empat asupan yang sangat direkomendasikan para ahli gizi untuk dimasukkan dalam menu harian anak demi meningkatkan kekebalan tubuhnya. Pastikan selalu ada dalam keranjang belanja.

 

2 dari 5 halaman

Oat

Bubur oat atau bubur gandum yang dicampur dengan susu hangat merupakan sumber gizi yang sangat baik.

Oat kaya akan karbohidrat berkualitas yang akan membuat anak-anak merasa kenyang lebih lama, serta protein nabati untuk mendukung pertumbuhan otot.

Oat juga baik untuk kesehatan jantung dan usus karena kaya akan serat.

 

3 dari 5 halaman

Buah Kiwi

Buah kiwi mengandung lebih banyak vitamin C daripada jeruk. Meskipun vitamin C tidak benar-benar mencegah timbulnya pilek dan flu, vitamin C dapat membantu mengurangi durasi dan tingkat keparahan gejala seperti pilek.

Plus, vitamin C memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit. Anak bisa mengonsumsi satu hingga dua kiwi per hari.

 

4 dari 5 halaman

Kembang Kol

Sayuran satu ini dapat diolah dengan banyak cara. Bukan hanya dijadikan menu capcay, bisa juga dipanggang, atau dihancurkan dan diberi bumbu, sebagai pengganti nasi.

Kandungan fitokimia dan vitamin C-nya juga sangat tinggi yang sangat baik untuk menjaga level imunitas anak.

 

5 dari 5 halaman

Telur

Menu satu ini juga sealu jadi andalan untuk sarapan. Telur sangat kaya protein yang baik bagi perkembangan dan pertumbuhan anak. Zat gizi mikro seperti Vitamin Dnya juga sangat kaya. Sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh anak.

Sumber: KidSpot

 

Penulis : Mutia Nugraheni / Dream.co.id

Loading
Artikel Selanjutnya
Pangan Rumah Tangga Jadi Penyebab Keracunan Tertinggi, Kemenkes Sosialisasikan GERMAS PAS
Artikel Selanjutnya
Beruntung Sekali Orang-Orang yang Terbiasa Makan Tidak Terburu-Buru