Sukses

Efek Duduk Terlalu Lama pada Pasien Kanker Kolorektal

Liputan6.com, Jakarta Bila ingin terhindar dari risiko kematian akibat kanker kolorektal maka perbanyaklah bergerak. Penelitian yang dilakukan American Cancer Society menyatakan bahwa pasien yang terlalu banyak duduk bisa membuat seseorang lebih berisiko meninggal dunia karena kanker kolorektal. 

"Kami benar-benar paham bahwa duduk untuk waktu yang lama bisa menyebabkan insulin dan pengukuran glukosa yang lebih buruk," kata ketua peneliti Peter Campbell seperti dikutip dari Medical Xpress pada Selasa (14/5/2019).

Menurutnya, insulin dan glukosa yang buruk memberikan makanan pada tumor dalam tubuh. Hal ini meningkatkan risiko kemunculan serta kambuhnya kanker kolorektal hingga berakibat kematian.

Selain itu, pembuktian lain juga menunjukkan bahwa duduk terlalu lama meningkatkan stres oksidatif pada sel-sel tubuh dan memperburuk keseimbangan hormon.

 

2 dari 4 halaman

Perawatan Penyakit yang Lebih Baik

Para peneliti menyatakan bahwa pasien yang lebih aktif secara fisik memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup ketimbang yang tidak. Campbell juga menambahkan, kebugaran fisik juga membantu pasien dalam perawatannya.

Olahraga diketahui meningkatkan kebugaran jantung, menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan meningkatkan gula darah.

"Beberapa faktor ini akan mengarah pada toleransi yang lebih baik untuk menjalani operasi atau perawatan lain."

Hasil ini sejalan dengan apa yang terlihat pada pasien non-kanker. Ada hubungan antara olahraga dengan perawatan yang lebih baik, meski tidak menunjukkan sebab dan akibat.

 

3 dari 4 halaman

Berlaku untuk Semua Penyakit

Untuk studi yang terbit pada 22 Januari 2013 di Journal of Clinical Oncology, Campbell dan rekan-rekannya mengumpulkan data 2.300 pasien dengan kanker kolorektal yang belum menyebar di usus besar. Setelah dilihat selama 16 tahun, lebih dari 800 orang meninggal. Hampir 400 di antaranya karena kanker tersebut dan sisanya dari penyebab lain.

Mereka menemukan, orang yang banyak berolahraga memiliki risiko meninggal 28 persen lebih rendah. Bahkan, meski hanya sekadar berjalan 150 menit dalam seminggu.

Selain itu, studi menemukan duduk enam jam atau lebih sehari terkait dengan peningkatan risiko kematian sebesar 36 persen dibandingkan mereka yang duduk kurang dari tiga jam sehari.

"Saya pikir ini berlaku untuk lebih dari kanker usus besar, karena apa yang mereka gambarkan adalah semua penyebab kematian, bukan hanya kematian akibat kanker usus besar," kata David Bernstein, ahli gastroenterologi dan kepala divisi hepatologi di North Shore University Hospital di Manhasset, New York, Amerika Serikat.

4 dari 4 halaman

Simak juga video menarik berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Awas, Duduk Terlalu Lama Bikin Ingatan Tumpul