Sukses

Cerita Melinda Gates yang Berhenti Bekerja Demi Mengurus Anak

Liputan6.com, Jakarta Kasih sayang Melinda Gates untuk buah hatinya begitu besar. Membuatnya rela keluar dari pekerjaan demi mengurus buah cintanya dengan Bill Gates, Jennifer.

Pada akhir 1980-an, Melinda bekerja di kantor Microsoft. Di perusahaan itulah ia bertemu dengan Bill Gates. Setelah menikah dan hamil anak pertama prioritas Melinda berubah. Ia memutuskan berhenti bekerja untuk membesarkan anaknya.

Dalam bukunya, The Moment of Lift, Gates berasumsi membesarkan anak memang tugas para ibu. Keputusan Melinda membuat Bill terperangah ketika lulusan sarjana komputer dan bisnis ini menyebut takkan kembali ke Microsoft.

“Apa maksudnya? Kamu takkan kembali?,” kata Melinda sembari meniru perkataan Bill, ditulis di bukunya.

Melinda beralasan dia dibesarkan di lingkungan kelas menengah di Dallas, Texas, Amerika Serikat. Di sana, mayoritas perempuan tidak bekerja. Ibu Melinda menjalankan bisnis real estate kecil-kecilan, tapi dia juga di rumah bersama anak-anaknya.

“Saya punya panutan seorang ibu yang bekerja di bisnis kecil, tapi saya tak punya role model untuk perempuan yang bekerja,” kata Melinda.

Ibu tiga anak ini mengatakan sang suami menjalankan salah satu perusahaan paling berpengaruh di dunia. Sehingga Bill tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.

“Kalau kita ingin menanamkan nilai untuk anak-anak, seseorang harus ada di rumah,” kata Melinda.

2 dari 3 halaman

Tak Menyesal

Melinda mengatakan sang suami sangat mendukungnya selama ini. Setelah Jennifer lahir, Bill selalu bertanya apa yang akan dilakukan usai melahirkan.

“Dia tahu saya benar-benar menikmati bekerja. Dia tahu saya akan senang menggunakan bakat dan totak saya pada hal lain,” kata Melinda.

Wanita ini melanjutkan prioritasnya mulai bergeser setelah anak-anaknya beranjak dewasa. Walaupun demikian, kalau harus mengulanginya lagi, Melinda masih tetap memilih untuk berhenti dari pekerjaannya di Microsoft. Dia tetap memprioritaskan keluarganya.

“Begitu kita memiliki nilai-nilai yang ditetapkan dan orang-orang di sekitar juga memberikan nilai-nilai yang sama dengan milik kita, saya merasa ‘OK, saya ingin bekerja dan saya akan menjadi ibu yang bekerja’,” kata dia. 

 

 

Penulis: Arie Dwi Budiawati/Dream.co.id

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini: