Sukses

Tanggapan Psikolog Soal Video Ibu Dorong Anak Keluar dari Mobil

Liputan6.com, Jakarta Beberapa waktu lalu sempat viral video seorang ibu yang tampak mendorong secara paksa seorang anak keluar dari mobil. Upaya paksa itu dilakukan berulang walau akhirnya bocah tersebut masuk kembali ke dalam mobil.

Setelah pihak kepolisian mengusut kasus ini, rupanya kejadiannya di Malang, Jawa Timur. Ibu dalam video tersebut sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Menanggapi kejadian tersebut, psikolog keluarga Novita Tandry mengungkapkan bahwa kondisi semacam itu ia temui juga saat sesi konseling.

"Masalah ini jadi masalah umum pola asuh orangtua di Indonesia, yaitu pola asuh sehari-hari dan tanggung jawab. Menganggap anak sebagai tugas, beban, mengurusnya karena keterpaksaan, bukan amanah yang nantinya harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan di hari akhir," kata Novita.

Banyak orangtua, lanjutnya, menganggap anak merupakan miliknya. Anak jadi semacam 'barang' yang bisa diperlakukan sesukanya.

"Muncul kekerasan seperti video tersebut, anak diperlakukan semena-mena. Memberi hukuman yang tak memperhatikan keselamatan anak dan bisa melukai psikologisnya serta memunculkan trauma," ungkap psikolog lulusan University of New South Wales, Australia ini.

 

2 dari 2 halaman

Menjadi orangtua itu pekerjaan tersulit

Novita mengingatkan bahwa menjadi orangtua merupakan pekerjaan tersulit di dunia. Tidak bisa hanya mengandalkan insting tapi juga harus menggali informasi dan pengetahuan seputar pengasuhan anak.

Caranya, dengan memahami tahapan perkembangan anak. Banyak membaca buku dan literatur terkait pola asuh. Termasuk selalu mencari cara untuk memperbaiki pola asuh.

"Banyak orangtua lupa kalau anak itu titipan Tuhan, amanah yang hari akhir nanti akan dipertanyakan bagaimana kita mengurusnya. Jika orangtua memahami ini dengan baik, ia akan melakukan berbagai cara untuk menjadi orangtua yang baik, yang memahami dan mendengarkan anak, serta berusaha menikmati tiap momen saat menjadi orangtua," ujar Novita.

Ibu dua anak ini juga mengingatkan, kalau menjadi orangtua itu hanya sementara. Nantinya anak akan hidup dengan jalannya sendiri. Jadi, momen mengurus anak itu sangat sebentar.

"Nikmati proses mengurus anak yang hanya sementara, waktu itu sangat cepat. Buatlah memori yang manis dan hangat pada anak, senantiasa selalu perbaiki diri dan pola asuh, kuncinya adalah happy parenting," pesan Novita.

 

Penulis: Mutia Nugraheni/Dream.co.id

 

 

Saksikan video berikut ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Drama Pasangan Remaja Cekcok di Jalan, Endingnya Apes Banget
Artikel Selanjutnya
Top 3: Ibu yang Dorong Anak dari Mobil Mengaku Khilaf