Sukses

6 Tips Hadapi Anak yang Mulai Berpikir Kritis

Liputan6.com, Jakarta Kemampuan anak berpikir kritis mulai tampak ketika memasuki usia 3 tahun. Ditandai dengan seringnya mereka bertanya hal-hal yang kadang orangtua pun sulit menjawabnya. Menghadapi anak yang mulai memasuki masa berpikir kritis, Mommy Kurniati Solekha dari Babyologist berbagi tips untuk pada ibu.

Pada umumnya anak yang berusia lebih dari 3 tahun sudah mulai mampu berpikir kritis. si Kecil seringkali melontarkan berbagai macam pertanyaan bertubi-tubi yang terkadang aneh dan kita sendiri sebagai orangtua kesulitan menjawabnya.

Menurut pakar psikologi, anak yang mampu berpikir kritis adalah hal yang positif karena menunjukkan rasa ingin tahunya yang besar terhadap sekitarnya. Hal ini disebabkan oleh kemampuan berpikirnya yang semakin berkembang seiring ketrampilannya berbicara.

Akibat rasa ingin tahunya yang semakin besar, otomatis si Kecil membutuhkan jawaban dari orang terdekatnnya terutama orangtuanya. Namun seringkali orangtua kewalahan, tidak sabar dan menyuruh si Kecil untuk berhenti bertanya-tanya karena menganggap pertanyaan si Kecil tidak berbobot. Padahal justru hal ini dapat berakibat tidak baik karena malah dapat menghambat daya pikir, tumbuh kembang, serta daya kreatifitasnya. Lantas bagaimanakah cara menyikapi si Kecil yang mulai berpikir kritis?

1. Dengarkan baik-baik pertanyaan si Kecil

Tunjukan antusias Moms pada pertanyaan yang diajukan si Kecil. Jangan sepelekan pertanyaannya karena hal tersebut dapat merendahkan kepercayaan diri si Kecil.

2. Berikan respon positif

Hargai setiap pertanyaannya dan jangan ditanggapi dengan emosional dan tidak bersahabat, karena hal ini bisa membuat si Kecil trauma untuk bertanya ke depannya.

3. Berikan penjelasan yang singkat dan kredibel

Gunakan bahasa yang sederhana dan mampu dipahami si Kecil sesuai usianya, jangan gunakan istilah istilah ataupun analogi yang sulit dan rumit dipahami si Kecil.

Apabila, orangtua tidak tahu jawaban atas pertanyaan si Kecil, maka jawablah jujur jangan membohongi si Kecil dengan berpura-pura tahu. Moms bisa mengajak si Kecil untuk bertanya pada orang lain yang mampu memberikan jawaban yang tepat.

Ibarat spons, si Kecil akan merekam semua informasi yang didapatnya. Jawaban yang salah dan asal-asalan hanya akan berakibat tidak baik bagi wawasan dan pengetahuan si Kecil di kemudian hari.

4. Libatkan si Kecil untuk menemukan jawaban

Moms bisa mengajak si Kecil untuk menemukan jawaban atas pertanyaannya dengan membaca buku, ensiklopedia, atau berbagai sumber lainnya.

5. Ajaklah si Kecil berdiskusi

Dengan membangun diskusi ringan antara orangtua dan si Kecil mampu mengasah daya pikir dan daya analisa si Kecil.

6. Sabar

Selelah atau sesibuk apapun orangtua, bersikaplah sabar saat si Kecil memberikan pertanyaan yang kadang tiada henti. Jangan menghardik ataupun memarahinya. Cukup beri penjelasan yang baik dan lembut agar si Kecil mengerti dan tetap terdorong untuk bertanya lagi di lain waktu.

 

Semoga bermanfaat.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.