Sukses

Idap Kanker Ganas, Bocah 2 Tahun Butuh Golongan Darah Langka

Liputan6.com, Jakarta Seorang bocah perempuan asal India 2 tahun bernama Zainab Mughal tengah berjuang melawan kanker ganas. Ia membutuhkan golongan darah langka.

Keluarganya berusaha untuk mendapatkan darah ini. Dengan kehadiran darah tersebut, memungkinkan bocah itu mendapatkan perawatan terbaik demi menyelamatkan nyawanya.

Zainab didiagnosis neuroblastoma (kanker yang menyerang sel saraf) pada Oktober 2018. Kanker sudah menyebar organ tubuh lain, seperti perut. Menurut ayah Zainab, Raheel Mughal, yakin penyebaran kanker di perutnya telah tumbuh setidaknya 10 bulan lalu.

Dilansir dari ABC News, Kamis (6/12/2018), rupanya sel darah merah Zainab kehilangan antigen umum yang dikenal sebagai Indian-B. Antigen merupakan zat perespons sistem imun yang ada pada sel darah merah. Kehilangan antigen artinya tubuh tidak mampu merespons zat asing yang masuk.

Untuk mengatasi kekurangan antigen, pendonor harus memiliki golongan darah "O" atau "A" dan 100 persen keturunan India, Iran atau Pakistan. Permasalahannya golongan darah dari keturunan tersebut langka ditemukan.

Kurang dari empat persen populasi dunia yang punya golongan darah cocok untuk Zainab. Padahal bocah ini perlu menjalani perawatan, termasuk transfusi darah berulang.

 

2 dari 2 halaman

Butuh lebih dari 7 pendonor

 

Sejauh ini, OneBlood, organisasi yang bergerak mencari pendonor darah untuk Zainab menemukan tiga pendonor dari London, Inggris.

Zainab akan membutuhkan darah lebih dari tujuh pendonor selama perawatannya. Lebih dari 1.000 orang yang keturunan Iran, India atau Pakistan telah menyumbangkan darah untuk diuji.

"Kami pasti membutuhkan lebih banyak darah," kata Mughal.

"Putriku, dia masih jauh dari sempurna."

Zainab akan menjalani dua transplantasi sumsum tulang, yang akan membuat tubuhnya lebih kuat. Hal itu memungkinkan dokter dapat memberikan dosis kemoterapi yang lebih tinggi.

Zainab sudah menjalani kemoterapi rutin, yang membantu tumor mengecil. "Hidup putri saya sangat bergantung pada darah," tambah Mughal.

Artikel Selanjutnya
Berkat Alat Canggih, Pasien Kanker Paru Ini Bisa Bertahan Hidup Lama
Artikel Selanjutnya
Kemoterapi Bertahun-tahun, Pria Ini Ternyata Tak Kena Kanker