Sukses

Semasa Hidup, Pendiri Microsoft Paul Allen 3 Kali Didiagnosis Kanker

Liputan6.com, Jakarta Salah satu pendiri Microsoft Paul Allen meninggal dunia karena komplikasi selama melakukan pengobatan kankernya. Dia menutup mata di usianya yang ke 65.

Mengutip The Independent pada Selasa (16/10/2018), Paul Allen, yang mendirikan Microsoft bersama Bill Gates pada 1975, telah didiagnosis dengan kambuhnya Limfoma Non-Hodgkin awal bulan ini. Allen mengumumkan pada 1 Oktober lalu, bahwa kanker yang dia hadapi tahun 2009 kambuh lagi.

"Saya sudah mulai perawatan dan dokter optimis bahwa saya akan melihat hasil yang baik," kata Paul Allen pada saat itu.

Pria asal Seattle, Amerika Serikat itu pertama kali didiagnosis mengidap kanker pada 1983. Umurnya saat itu masih sangat muda. Namun, penyakit tersebut sempat berhasil diobati.

"Berusia 30 tahun dan mendapat kejutan semacam itu, untuk menghadapi kefanaan Anda, benar-benar membuat Anda merasa seperti harus melakukan beberapa hal yang belum dilakukan," katanya dalam sebuah buku yang dirilis pada 2000 berjudul Inside Out.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Orang Terkaya ke-46 di Dunia

Limfoma Non-Hodgkin adalah jenis kanker yang berasal dari sistem limfatik, yang merupakan jaringan untuk melawan penyakit tubuh. Menurut National Cancer Institute, pada 2009, hampir 66 ribu kasus baru Limfoma Non-Hodgkin dengan 19.500 kematian.

Paul Allen sendiri merupakan salah satu orang terkaya di dunia menurut majalah Forbes. Sebelum meninggalnya di 2018, dia menjadi orang terkaya di dunia urutan 46.

Allen mendirikan Microsoft pada 1975 bersama bersama Gates. Namun, dia mengundurkan diri dari eksekutif pada 1983.

Selain mendirikan Microsoft bersama Bill Gates, Allen juga mendirikan Vulcan Inc, yang mengelola berbagai bisnis dan usaha filantropisnya. Dia juga memiliki dua tim olahraga profesional yaitu tim football Seattle Seahawks dan juga tim basket, Portland Trail Blazers.

"Kehidupan Paul sangat beragam dan dia menghidupinya dengan penuh semangat," ujar Kepala Eksekutif Vulcan, Bill Hilf.