Sukses

Hapus Channel, Reza Arap Donasikan Akun Video ke Yayasan Kanker

Liputan6.com, Jakarta Setelah menutup akunnya di sebuah situs berbagi video, content creator Reza Oktovian atau dikenal dengan Reza Arap mendonasikan channel-nya kepada sebuah organisasi peduli kanker, Yayasan Anyo Indonesia (YAI). Video pertamanya dia unggah pada Senin (17/9/2018) lalu.

Dalam videonya, Reza Arap meminta para subscriber-nya mendukung YAI dengan menonton video-video yang akan dibuat di akun tersebut. Adapun, saat ini akun tersebut sudah berubah nama menjadi "Rumah Anyo".

"Anyo adalah nama seorang anak, yang sudah meninggal karena kanker. Dan mamanya, membuat nama organisasi ini dari namanya, Anyo," ujar Reza Arap di video tersebut.

Dia juga menambahkan bahwa yayasan tersebut tidak mengambil keuntungan.

"Mamanya amat sangat tulus bikin organisasi ini dan buat beliau siapa pun yang datang ke sini, buat beliau adalah Anyo," ujar Arap

Arap mengatakan, dirinya juga akan membimbing akun Rumah Anyo dalam membuat konten-konten videonya.

"Gua akan bantu konten mereka. Gua akan bantu video mereka. Gua akan ajarin cara ngedit video," ujarnya.

Simak juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Fokus pada Kehidupan Nyata

Arap yang terkenal lewat video gaming-nya juga meminta warganet agar tidak berbuat jahat pada anak-anak penderita kanker lewat akun tersebut.

"Kita enggak akan pernah tahu apa yang akan terjadi sama mereka di kemudian hari," ujar Reza yang sering dikritik warganet karena sering mengeluarkan makian di video-videonya tersebut.

Adapun, channel tersebut sudah di-subscribe oleh 2,3 juta warganet.

Sebelumnya, Reza Arap sempat menghapus akunnya dalam situs berbagi video bersama dengan seluruh video-video di dalamnya. Dia mengatakan, akan lebih berfokus ke kehidupan pribadinya.

"Aku akan fokus pada real life. Aku mau istirahat dari media sosial nggak tahu berapa lama. Nggak tahu berapa lama, cuma mau menikmati hidup dan uangku," katanya di sebuah unggahan Instastory.

Artikel Selanjutnya
Badan Internasional: Kanker Berisiko Membunuh Hampir 10 Juta Orang pada 2018
Artikel Selanjutnya
Satu Kekurangan BPJS Kesehatan Dalam Menolong Pasien Kanker Limfoma