Sukses

Ibu hingga Aktivis, 5 Peran dalam Kehidupan Rosa Rai Djalal

Liputan6.com, Jakarta  

Dalam kehidupan sehari-hari ada lima peran yang dijalani Rosa Rai Djalal (43). Dia adalah istri, ibu, dan dokter gigi. Rosa juga seorang aktivis sosial yang kini tengah asyik berkecimpung sebagai produser film yang sebentar lagi rilis berjudul Guru Ngaji.

Membagai waktu menjalani lima peran tadi jadi tantangan tersendiri bagi Rosa Rai Djalal. Agar semua berjalan dengan baik, Rosa memiliki skala prioritas. Keluarga adalah prioritas utamanya.

"The first thing is family. Saya bekerja setelah anak berangkat sekolah dan suami berangkat bekerja. Saya juga janji ke suami setiap jam 18.00 selalu ada di rumah untuk (sholat) Maghrib berjamaah," kata Rosa kala bercerita dengan Health-Liputan6.com beberapa saat lalu.

 

 

Usai sholat Maghrib berjamaah, Rosa bakal menemani ketiga anaknya untuk belajar. Dia siap menjadi guru pelajaran sains bagi dua putri dan satu putra, buah cintanya dengan diplomat Dino Patti Djalal.

"Anak-anak enggak mau punya guru tutor. Jadi PR (pekerjaan rumah) masih mama (Rosa) yang ngajarin, PR yang sains, matematika," cerita Rosa semangat.

Dulu, buah hatinya pernah diajar oleh guru tutor. Namun, anak-anak merasa lebih nyaman ketika Rosa yang mengajar. "Kata anak-anak, 'Aku hanya paham dari cara mama ngajarin aku'. Ya saya senang banget," aku Rosa Rai Djalal.

 

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

1 dari 3 halaman

Bahagia jadi dokter gigi

Sudah sekitar 19 tahun Rossa menjadi dokter gigi. Namun, lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini sempat tiga tahun tidak praktik. Tepatnya kala menemani suami pada 2010-2013 menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Kala itu, dia merasa 'gatal' ingin bertemu pasien. "Waktu di Amerika aja udah pengin banget menangani pasien. Sepulang dari sana saya langsung praktik," kata Rosa.

Kini, seminggu dua kali Rosa menangani pasien di Rays International Dental Clinic di bilangan Brawijaya, Jakarta Selatan.

Ada kebahagiaan tersendiri bagi Rosa menjadi seorang dokter gigi. Terlebih ketika dia bisa menyembuhkan orang sakit gigi dan bisa membuat senyum seseorang lebih baik.

"Yang paling menyenangkan itu bisa menyembuhkan orang. Rasa senangnya melebihi dapat jackpot," kata wanita yang kala itu datang mengenakan blazer merah. 

Lalu, dia juga merasa amat bahagia ketika bisa membuat gigi seseorang jadi lebih sehat dan indah.

"Buat saya, mengubah senyum seseorang ternyata bisa mengubah hidupnya. Yang tadinya enggak PD (percaya diri) jadi PD, yang tadinya pekerjaan di belakang terus sekarang pekerjaannya bisa ketemu banyak orang, yang tadinya enggak punya jodoh jadi punya jodoh," ucap perempuan yang juga pernah menempuh pendidikan di New York, Amerika Serikat ini.

Di sela-sela aktivitas padatnya, sekitar dua tahun lalu Rosa mendirikan Women For The World Foundation. Sebuah yayasan yang peduli pada pemberdayaan perempuan. Baik di bidang ekonomi, teknologi, pendidikan dan kesehatan.

2 dari 3 halaman

Menjajal hal baru: jadi produser film

Sepulang dari Amerika Serikat, Rosa diajak investasi di bidang film pada akhir 2016. Siapa sangka, dia jatuh cinta bekerja di dunia balik layar perfilman.

"Awalnya I love the business, sekarang I love how to make a movie," papar Rosa semangat.

Rosa sudah menjadi executive producer film Stay With Me (2016), Iqro (2017) dan Bukaan 8 (2017). Kini, dia menantang dirinya sebagai produser film Guru Ngaji.

"Guru Ngaji adalah film pertama saya full sebagai produser, yang mengurus dari awal sampai akhir. Ternyata pekerjaan ini begitu menyenangkan. Ada team work, ada up and down dan ketemu orang-orang baru," ceritanya.

Jelang rilis film Guru Ngaji akhir Maret ini, Rosa mengaku aktivitasnya makin padat. Beruntung sang suami memahami.

"Alhamdulillah banget ya Mas Dino ngerti dan ngasih space buat saya untuk berkarya. Kalau Mas Dino tipe suami mengekang, tidak mungkin saya sampai di titik ini," pungkasnya.

Artikel Selanjutnya
Dino Patti Djalal: Tergantikan Robot, Banyak Manusia Kehilangan Pekerjaan