Sukses

Awas, Asap Rokok Bisa Picu Penyakit Katarak

Liputan6.com, BandungA Penyakit katarak pada mata umumnya dipicu oleh usia lanjut. Menurut dokter mata, katarak tidak bisa dicegah, tapi dapat diperlambat kemunculannya. Guna memperlambat kemunculan katarak di mata,  gejala penyakit harus diwaspadai.

Beberapa gejala itu berupa penglihatan kabur, seperti melihat asap, mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya yang menyilaukan, dan sulit melihat saat cahaya remang-remang atau sangat terang.

Gejala yang paling berat dari penyakit katarak adalah penglihatan berangsur-angsur menurun dan pada sayat saat hanya dapat membedakan terang dan gelap.

Menurut Ketua Komite Medis Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung, Iwan Sovani, gejala akan lebih tinggi jika ada sejumlah faktor yang mendukung terjadinya penyakit katarak. Contohnya, kata Iwan Sovani, paparan sinar matahari yang cukup lama terhadap mata.

Kondisi kesehatan seperti diabetes atau peradangan pada bagian tengah mata (uveitis) jangka panjang juga menjadi faktor yang mendukung munculnya katarak.

Iwan menambahkan, jika seseorang mengonsumsi obat kortikosteroid berdosis tinggi dalam jangka waktu lama, rentan terjangkit katarak.

Selain itu, pernah menjalani operasi mata, terdapat riwayat penyakit serupa di keluarga, pola makan yang tidak sehat dan kurang vitamin, serta mengonsumsi minuman keras dalam jumlah banyak secara rutin dapat menjadi faktor yang mempertinggi risiko penyakit katarak.

Sama halnya juga dengan merokok.

Saksikan juga video menarik berikut:

 

2 dari 3 halaman

Kandungan asap rokok picu katarak

"Diperkirakan asap rokok akan menyebabkan gangguan permukaan mata (kornea), juga metabolisme tubuh lainnya secara umum. Tentunya berdampak juga pada kerusakan organ-organ mata, termasuk lensa yang bisa memicu peningkatan timbulnya katarak seperti halnya faktor penyebab diare," kata Iwan Sovani kepada Health-Liputan6.com di Bandung, Senin (20/11/2017).

Iwan menjelaskan asap rokok yang diisap oleh perokok aktif maupun pasif dapat menyebabkan katarak karena faktor radikal bebas (oksidan). Untuk mengurangi risiko terjangkit penyakit katarak, disarankan agar mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan.

Iwan menyebutkan makanan dengan kandungan antioksidan ini harus dikonsumsi secara rutin yang terkandung dalam buah apel, pir, anggur, jeruk, pisang, mangga, nanas, pepaya, serta stroberi.

"Dalam sayuran pun ada oksidannya, seperti brokoli, asparagus, tomat, kubis merah, ubi merah. Kalau di kacang-kacangan terdapat di pecan, kenari, dan almond," ujar Iwan.

 

3 dari 3 halaman

Pemicu katarak yang lain

Selain itu, beberapa pemicu katarak, lanjut Iwan, juga terjadi akibat trauma tumpul (benturan) sehingga menempelnya pigmen iris pada permukaan anterior lensa. Pernah terdapat riwayat diare berat, komplikasi penyakit mata lainnya dan terpapar radiasi, juga adalah penyebab lain katarak.

Paparan radiasi ini berasal dari sinar x, sinar inframerah, serta microwave juga perlu diwaspadai, karena bisa memperbesar risiko katarak.

Sementara itu, penggunaan obat-obatan psikotropika (phenothiazines) masih menjadi ancaman terjangkit katarak. Obat psikotropika memicu deposit pigmen pada akis epitel lensa anterior. Akan tetapi, hal itu tergantung pada dosis dan lamanya terapi.

"Bisa juga jadi mengecilkan pupil (miotik), deposit pigmen di aksis anterios (amiodarine) dan pemicu lainnya katarak nuklear," jelas Iwan.

Loading
Artikel Selanjutnya
Waspadai Kilat dan Angin Kencang di Dua Kawasan Jakarta Ini
Artikel Selanjutnya
Wisata Selfie di Jakarta Makin Canggih, Pakai Teknologi Slow Mo hingga Imersif