Sukses

Wanita Karier Rentan Kanker Rahim, Kok Bisa?

Liputan6.com, Jakarta "Semakin miskin negaranya, semakin banyak penderita kanker serviksnya. Namun, semakin maju negaranya, semakin banyak penderita kanker rahim," kata Quek Swee Chong, dokter spesialis kandungan dan kebidanan dari Singapura, ketika ditemui tim Health-Liputan6.com di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut dokter yang praktik di ASC Clinic for Women Gleneagles Hospital, Singapura, perbedaan gaya hidup memengaruhi jenis kanker yang diderita seorang wanita.

"Di negara-negara maju, jumlah penderita kanker serviksnya sudah menurun. Di Singapura saja, kanker serviks ini sudah tidak termasuk 10 besar lagi," kata dia. "Tapi, angka penderita kanker rahimnya bertambah banyak."

Di Indonesia, jumlah penderita kanker rahim terus meningkat. Apa sebabnya?

"Di negara maju, atau misalnya di kota-kota besar Indonesia, perempuannya banyak yang bekerja, mereka sukses, dan punya karier," ujar dr Chong, ditulis Senin (23/10/2017).

Wanita bekerja cenderung menunda memiliki anak, atau malah memutuskan untuk tidak memiliki anak. Menurut dr Chong, hal ini bisa memperbesar risiko mereka terkena kanker rahim.

Selain itu, gaya hidup wanita karier yang sibuk, jarang makan di rumah, atau sering makan sembarangan juga memperbesar risiko mereka terkena kanker rahim.

Faktor risiko penyebab kanker rahim yang lain, menurut dr. Chong adalah usia yang terus bertambah, obesitas, menstruasi yang mulai terlalu dini, menopause yang lama, serta riwayat kanker payudara atau endometrium di keluarga.

Saksikan juga video menarik berikut ini: