Sukses

Tangkal Percaloan, RS Hasan Sadikin Terapkan Pendaftaran Online

Liputan6.com, Bandung Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menerapkan sistem pendaftaran online bagi pasien rawat jalan yang akan berobat, guna memberantas praktik percaloan tiket pendaftaran di rumah sakit rujukan se Jawa Barat tersebut.

Adanya praktik percaloan itu disebabkan, tingginya jumlah pasien rawat jalan yang datang berobat dalam setiap tahunnya.

Menurut Direktur Medis dan Keperawatan RSHS, Nucky Hidayat, setiap harinya jumlah pasien rawat jalan yang datang ke rumah sakit tersebut mencapai 2500 orang.

"Supaya pasien bisa daftar jauh hari sebelumnya jadi bisa sebulan, dua bulan, tiga bulan sebelumnya, mereka bisa daftar. Datang kapan, jam berapa, ke poliklinik apa dan berobat apa. Caranya lewat reservasi online beralamat reservasi.rshs.or.id, jadi masyarakat akan akses ke situ nanti ikuti petunjuknya saja di sana," kata Nucky Hidayat di Bandung, Senin, 31 Juli 2017.

Nucky Hidayat mengatakan, upaya pelayanan pendaftaran dengan menggunakan sistem elektronik, selain untuk memberantas calo, juga agar dapat meringankan proses administrasi secara fisik.

Karena kata Nucky, dengan jumlah total pasien rawat jalan yang setiap harinya datang ke RSHS, dianggap tidak bisa dilayani dengan baik oleh pegawainya.

"Jika seluruhnya datang langsung maka akan berat bagi kita," jelas Nucky.

Dia mengatakan, sebenarnya inovasi pendaftaran pasien rawat jalan dengan sistem online tersebut telat dilakukan. Rumah sakit lain sudah melakukannya lebih dulu.

Dijelaskannya, pendaftaran pasien dapat diakses dengan ponsel maupun komputer yang tersambung koneksi internet.

Sementara kata salah seorang keluarga pasien warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Hermana, sistem pendaftaran elektronik yang diterapkan oleh RSHS itu dianggap rumit dilakukan.

Pemicunya adalah saat mengakses alamat pendaftaran yaitu reservasi.rshs.or.id sering tidak terbuka. Terpaksa harus memasuki halaman muka laman rumah sakit yang bertanggung jawab langsung ke Kementerian Kesehatan itu.

"Terus jadwal pemeriksaannya juga terlalu lama untuk ditunggu karena jika kita butuh cepat seperti saya sekarang ya akhirnya datang langsung mengantri," kata Hermana.

Loading