Sukses

Benarkah Tabir Surya Jadi Beracun Jika Larut di Air Terklorin?

Liputan6.com, Jakarta Cuaca panas dapat membuat siapapun tergoda untuk berenang di kolam renang. Sebelum menceburkan diri ke kolam, Anda mungkin biasa mengoleskan krim tabir surya sebagai perlindungan diri terhadap kulit.

Namun, Anda harus mempertimbangkan dan meneliti kandungan tabir surya yang digunakan. Peneliti menemukan, tabir surya dengan kandungan zat tertentu bisa jadi berbahaya bila larut dalam air yang diberi klorin. Zat kimia ini bernama avobenzone.

Ketika avobenzone terpapar air yang mengandung klorin, zat tersebut berubah beracun. Bahkan, avobenzone pun bisa berubah beracun bila larut dalam air biasa. Peneliti mempercayai, tabir surya dengan kandungan avobenzone yang terkena air bisa membuat invidu penggunanya berisiko terkena disfungsi ginjal dan hati serta gangguan sistem saraf.

Studi ini dilakukan Lomonosov Moscow State University, Rusia.

Di Inggris, tiap tahun orang-orang menghabiskan hampir Rp 5 triliun menggunakan tabir surya saat berenang dalam cuaca panas. 

"Mempelajari efek dan kinerja produk kosmetik, seperti tabir surya sangat penting. Terutama kalau produk tersebut bisa berubah jadi lebih beracun dan berbahaya. Dari hasil yang didapat, kita dapat membatasi bahkan melarang penggunaan produk tersebut demi menjaga kesehatan jutaan orang," kata peneliti Dr Albert Lebedev, dikutip dari Express, Sabtu (1/7/2017).

Di sisi lain, avobenzone telah disetujui FDA pada tahun 1988 sebagai zat kimia yang digunakan pada tabir surya.