Sukses

Waspada Jika Payudara Anak Perempuan Tumbuh Sebelum Usia 10

Liputan6.com, Jakarta Ada bukti penelitian yang menunjukkan, pubertas lebih awal akan menjadi tanda seorang anak perempuan mengembangkan penyakit tertentu di kemudian hari. Risiko tersebut termasuk obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung dan kanker--terutama kanker payudara.

Anak yang payudaranya tumbuh sebelum usia 10, bahkan dinilai memiliki sekitar 20 persen risiko lebih tinggi terkena kanker payudara di kemudian hari dibandingkan anak perempuan yang mengembangkan payudara antara usia 11 dan 12.

Tentu jika kita mencegah pertumbuhan payudaranya, maka risiko penyakit pada anak perempuan akan berkurang. Sayangnya, para ilmuwan belum menemukan cara untuk memperlambat proses pertumbuhan payudara pada anak perempuan.

Tetapi temuan baru dari penelitian di University of Glasgow memecahkan sebagian besar misteri ini dan mungkin bisa memiliki implikasi kesehatan yang penting. Menurut para ilmuwan, ternyata hal yang wajar bila ada anak perempuan yang payudaranya telah tumbuh di sekitar usia 10 tahun.

Meski cukup berpengaruh pada kesehatan, namun sejumlah penelitian telah menunjukkan hubungan pertumbuhan payudara dengan obesitas.

"Sementara ini, para ahli beranggapan kalau obesitas mempengaruhi hormon--meski hal ini tidak menjelaskan mengapa obesitas tidak banyak dialami anak perempuan berkulit hitam dan kebanyakan orang miskin. Namun teori lain menyebut, paparan bahan kimia di lingkungan juga memicu payudara anak perempuan tumbuh lebih cepat," kata Gillian Wilson dari research associate di University of Glasgow’s Institute of Infection, Immunity and Inflammation, seperti dimuat laman Independent, Jumat (6/1/2016).

2 dari 2 halaman

Kenapa Tumbuh Lebih Cepat?

Lantas, bagaimana sebenarnya payudara bisa tumbuh lebih cepat?

Menurut Wilson, payudara terbentuk dari lapisan tipis sel-sel khusus yang disebut cabang epitel yang membentuk jaringan. Cabang-cabang ini terus tumbuh tergantung pada hormon tertentu.

Seiring pertumbuhan seorang perempuan, kelenjar payudara dipengaruhi oleh hormon dari berbagai kelenjar endokrinseperti hipofisisanterior, adrenal, dan ovarium.

Penting diketahui, payudara juga memiliki sel-sel infiltatif, berupa limfosit dan makrofag (sel-sel kekebalan) yang membantu perubahan payudara.

Dalam penelitiannya, Wilson mengungkapkan, ada peran sebuah molekul kekebalan yang disebut ACKR2 dalam proses pertumbuhan payudara ini. "Studi menunjukkan, tikus yang tidak memiliki ACKR2 mengalami pubertas lebih awal karena sel-sel makrofag tiba di payudara sebelum waktunya.

Untuk itu, dokter saat ini hanya bisa memperlambat pubertas, jika hal itu disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dan pada anak-anak sebelum usia 7 tahun.

Mereka melakukannya dengan memberikan obat-obatan yang menghentikan kelenjar pituitari dari tugas memproduksi hormon yang memicu pubertas.

"Bagaimanapun, ada alasan untuk optimis. Kita bisa berbicara tentang intervensi penyakit seperti kanker payudara yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup anak perempuan," pungkas Wilson.