Sukses

Hati-Hati, Bila Menstruasi Tak Teratur Disertai Munculnya Jerawat

Liputan6.com, Jakarta Di dalam tubuh perempuan juga terdapat hormon androgen yang umum dimiliki laki-laki. Hanya saja kadarnya tidak boleh lebih dari satu persen. Kelebihan menjadi dua persen saja dapat mengganggu masalah kesehatan, salah satunya timbulnya jerawat dengan derajat yang berat.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), DR dr Budi Wiweko SpOG(K), mengatakan kelebihan hormon androgen atau hiperandrogen pada perempuan merupakan salah satu kelainan hormonal. Dampak yang paling nyata dengan timbulnya jerawat.

Berdasarkan penelitian, jelas Budi, perempuan dengan hiperandrogen akan mengalami gejala klinik dengan karakteristik seperti peradangan kulit bagian atas, jerawat, munculnya jerawat pada bagian tubuh perempuan yang biasanya tidak ditumbuhi rambut, kebotakan, dan siklus menstruasi yang tidak teratur atau dalam bahasa kedokteran dikenal dengan SAHA Syndrome.

"Ini juga bisa terjadi pada anak umur belasan tahun. Jika pada umur 15 tahun menstruasi tidak teratur ditambah jerawat, hati-hati hiperandrogen," kata Budi dalam diskusi Your Body, Your Life, Your Choice di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/8/2016)

Untuk mengobatinya, biasa diberikan pil kontrasepsi. Namun, jelas Budi, dalam memberikan terapi pengobatan untuk jerawat yang diakibatkan hiperandrogen sangat penting untuk mengetahui sumber masalahnya serta kondisi pasien.

"Umumnya menggunakan pil kontrasepsi. Kalau pada remaja rada takut dengan pil kontrasepsi, kita kasih tablet yang berisi guresan dari pil kontrasepsi. Terutama pil kontrasepsi kombinasi yang memiliki sifat antiandrogenik yang kuat yaitu dengan cyproterone acetate," kata Budi menerangkan.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS