Sukses

Bagaimana Bedakan Nyeri Pinggang karena Penyakit Ginjal?

Liputan6.com, Jakarta Ginjal merupakan salah satu organ vital tubuh seperti hati, jantung, paru dan sebagainya. Ginjal manusia ada dua buah, masing-masing sebesar kepalan tinju (11 x 6 x 3 cm), 120-170 gr (kira-kira 150 gram) berbentuk pipih dan lonjong, terletak di pinggang. Hal ini pula yang membuat orang awam menganggap nyeri pinggang bisa jadi tanda penyakit ginjal. Benarkah?

Menanggapi hal tersebut, Konsultan ginjal dan hipertensi dari PAPDI (Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia), dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH mengatakan, untuk memastikan sakit pinggang akibat gangguan ginjal, perlu tahu kalau posisinya di samping pinggang dan perlu pemeriksaan urin. 

"Ginjal itu posisinya di samping. Kalau nyeri di tengah, sudah pasti bukan sakit ginjal. Walaupun ada terasa nyeri yang menjalar, beberapa pemeriksaan seperti frekuensi kencing, warna urin juga mempengaruhi diagnosis," katanya saat ditemui beberapa waktu lalu, ditulis Sabtu (6/2/2016).

Orang yang terganggu fungsi ginjalnya akan menunjukkan tanda dan gejala seperti tidak nafsu makan, mual sampai muntah, gatal-gatal, badan bengkak, pucat, cepat lelah dan sesak napas yang berbau pesing. Pada keadaan lebih parah, dia bisa tak sadarkan diri dan koma.

Penyakit ginjal kronil (PGK) merupakan "silent killer" karena umumnya tidak bergejala pada tahap awal sehingga ditemukannya selalu terlambat atau Gagal Ginjal Tahap Akhir (GGTA). Padahal dengan mengetahui dan mengobati penyebabnya utama seperti diabetes, hipertensi, dan infeksi serta mengendalikan faktor risiko yang dihadapi. Sebagian besar kasusnya bisa dihindari atau setidaknya tidak sampai GGTA.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS