Sukses

PMS Berlebih Bisa Akibatkan Hipertensi

Liputan6.com, Jakarta Merasakan emosional yang di luar kontrol saat jelang menstruasi biasa disebut dengan PMS atau Premenstrual Syndrome.

Saat menjelang mestruasi stimultan otak dan rahim Anda tidak terkontrol dengan baik. Karena rahim yang berkontraksi kuat menimbulkan rasa sakit disekujur tubuh, dan otak Anda pun terganggu akan terjadinya perubahan tersebut.

The Washington Post melaporkan kepada Good Housekeeping ditulis Kamis (10/12/2015), bahwa sebuah studi menemukan wanita dengan gejala PMS berat lebih tinggi menghadapi konsekuensi terhadap kesehatannya di kemudian hari.

Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemology, terdapat sekitar 3.720 wanita dengan usia rata-rata 40 tahun pada tahap awal penelitian, dan selanjutnya melancak gejala PMS yang dirasakan oleh wanita berusia di atas 20 tahun.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari persentase 40 persen wanita yang merasakan PMS sebelum masa menstruasinya, lebih berpotensi untuk mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi sebelum umur 40 tahun.

Hal tersebut berasal dari beberapa faktor seperti merokok dan juga faktor kurang olahraga yang membuat tingkat kebugaran menjadi rendah. Dr. Elizabeth R. Bereton-Johnson, seorang penulis studi tersebut mengatakan, "Perempuan yang terkena PMS cenderung lebih sensitif terhadap fluktuasi bulanan dalam tingkat estrogen dan progesteron dan adanya faktor dari fluktuasi neurotransmiter yang mengatur suasana hati."

Para peneliti mengumumkan satu faktor yang menarik perihal, wanita dengan risiko hipertensi harus mengkonsumsi vitamin B secara lebih, termasuk tiamin dan riboflavin. Meskipun mereka perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan setiap inti dari PMS ini, para peneliti mengatakan memakan makanan yang mengandung vitamin B dalam bentuk susu, telur, dan sayuran berdaun hijau dapat membantu.

Namun para peneliti mengatakan jika Anda memiliki PMS yang benar-benar buruk dalam waktu panjang, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengujian tekanan darah secara teratur.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS