Sukses

Hati-hati, Pria Sering Marah Bisa Cepat Meninggal

Liputan6.com, Jakarta Lain kali bila Anda marah-marah saat macet atau banyak kerjaan, lebih baik ambil napas dalam-dalam dan mencoba untuk santai. Kenapa? Sebab sebuah penelitian belum lama ini menemukan, pria yang kerap marah-marah lebih cepat meninggal ketimbang mereka yang hidup lebih tenang.

Seperti diberitakan Dailymail, Rabu (7/10/2015), para ilmuwan menemukan 25 persen pria pemarah mengalami 1,57 kali lipat peningkatan risiko penyakit dibandingkan 25 persen pria yang lebih kalem.

"Selain emosi, faktor lain yang diperhitungkan adalah pendapatan, status pernikahan dan perokok," ujar peneliti dari Iowa State University.

Anehnya, walaupun peneliti tidak mengetahui pasti mengapa pri pemarah berisiko meninggal lebih cepat, mereka mengatakan studi sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara kemarahan dan proses fisiologis negatif, termasuk aterosklerosis atau sumbatan arteri.

Untuk penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Social Science & Medicine ini, para peneliti menggunakan data sampel perwakilan dari 1.307 laki-laki dari 1968 sampai 2007.

Psikolog yang berbasis di London, Graham Harga mengatakan, kemarahan secara tidak sadar dapat dipicu pengalaman negatif di masa lalu dan diperkuat oleh ekspresi berlebihan. "Kemarahan adalah bentuk stres dan stres meningkatkan kadar kortisol dalam aliran darah."

Penelitian sebelumnya telah membuktikan jika marah atau bentuk lain dari stres ini mengakibatkan, Irritable Bowel Syndrome (IBS), stroke, serangan jantung dan masalah kesehatan lainnya. 

2 dari 2 halaman

Cara mengelola kemarahan

Di sisi lain, Psikolog Dr Becky Spelman menyampaikan sejumlah hal praktis untuk mengelola kemarahan kita, seperti:

1. Meluangkan waktu untuk diri sendiri

Luangkan waktu untuk mempertimbangkan hal-hal menyenangkan dalam hidup Anda. Tulis dan gambarkan dengan jelas dalam pikiran Anda, visualisasikan apa yang Anda inginkan dari hidup. 

2. Diet dan olahraga

Secara umum, orang-orang yang sehat setidaknya tidak menjadi pemarah. Oleh karena itu, disarankan untuk menjaga kebugaran dan diet. Setidaknya olahraga tiga kali seminggu, dan mengurangi gula dan garam serta makanan olahan dan alkohol.

BERANI BERUBAH: Soto Gratis Warga Isoman