Sukses

Punya Teman yang Sering Sedih dan Marah, Harus Bagaimana?

Liputan6.com, New York- Emosi yang berada di sekitar kita berpotensi memengaruhi apa yang kita rasakan. Ketika berada di antara orang-orang yang bahagia kita cenderung ikut bahagia. Hal yang sama pun akan terjadi jika suasana hatinya sedang buruk.

Hal ini dibuktikan dalam studi yang dilakukan peneliti dari Harvard University dan University of California, Amerika Serikat. Mereka menemukan individu yang senang bergaul dengan orang-orang yang bahagia, sekitar 25 persen akan ikut bahagia.

Lalu, kala mendapati teman yang senang mengeluh, kerap sedih, dan aneka emosi negatif lainnya juga bisa menimbulkan perasaan yang tidak nyaman bagi sekitarnya.

Agar kita tidak terpengaruh emosi buruk yang mereka rasakan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, coba bangkitkan semangatnya dan buat ia tertawa.

"Jika kita menyadari emosi teman sedang buruk misalnya sedih, lalu kita menghiburnya itu bisa mengalihkannya," terang asisten profesor Psychology and Economics Harvard, David Rand seperti dilansir Huffington Post, Rabu (15/7/2015).

Jika itu masih tidak berhasil, lebih baik mengatur hubungan dengannya. "Jika Anda harus berada di sekitar orang dengan emosi negatif, coba buat interaksi yang pendek. Anda tidak bisa mengontrol hal perilaku maupun emosi negatif, namun dapat mengontrol kedekatan dengannya," terang ahli etiket, Jacqueline Whitmore. 

Baca juga 

Kesedihan, Emosi yang Bertahan Paling Lama

Loading