Sukses

Lengkapi Puasa dengan Donor Darah agar Langsing

Liputan6.com, Jakarta - Keinginan untuk menurunkan berat badan di bulan ramadan mudah sekali terwujud bila kita juga melakukan donor darah. Dengan mendonor, kita tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan darah, tapi juga memudahkan kita untuk tampil langsing di hari kemenangan yang tinggal beberapa hari lagi.

Praktisi Kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam, MD.PhD,FACP menjelaskan, melalui donor darah tubuh kita akan mengeluarkan darah sebanyak 350 sampai 450 cc yang sudah pasti memberikan banyak manfaat bagi hidup kita dan orang lain. "Dengan pengambilan darah 450 cc, berat badan akan berkurang dan akan terjadi proses pembakaran kalori sebanyak 600 kalori," kata Ari dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Senin (13/7/2015)

Begitu kita mendonor, tubuh akan memberikan respons terhadap darah yang dikelurkan, dan segera menciptakan sel darah merah yang baru. Menurut Ari, kondisi ini membuat kadar Fe darah menjadi stabil, yang membuat jantung kita lebih sehat.

"Zat besi sendiri jika tinggi di dalam darah akan meningkatkan kerusakan radikal bebas, dan hal ini berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker dan penuaan," kata Ari menjelaskan.

Selain itu, tambah Ari, dengan adanya proses pengeluaran darah yang terjadi karena donor, akan mengurangi kepekatan dari darah kita yang membuat aliran darah menjadi lancar."Tentunya akan membuat kita terhindar dari terjadinya serangan jantung," kata Ari lagi menjelaskan.

Jika Anda berniat untuk mendonor, lakukanlah di waktu yang tepat, yaitu menjelang berbuka atau sesudah berbuka puasa. "Yang penting syarat-syarat menjelang pengambilan darah pada donor telah terpenuhi," kata Ari.

Ada pun syarat untuk donor darah sesuai ketentuan dari Palang Merah Indonesia, antara lain berusia 17 sampai 65, TD (sistolik 170-100,diastolik 70-100), Hb (12,5 -17 mg/dl), tidak demam (suhu <37,5) dan BB > 45 kg dll terpenuhi. Selain itu tentunya bagi pasien dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung dan paru-paru kronis, dan menderita penyakit yang dapat menularkan infek si kepada orang lain seperti hepatitis B, C, HIV dan sfilis tidak boleh melakukan donor darah.