Top 5 Health: Racikan Infused Water Mencuri Perhatian

Kelima artikel ini ternyata menarik pembaca Liputan6.com edisi Jumat (12/12/2014).

Diterbitkan 13 Desember 2014, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Meminum air adalah salah satu hal terbaik yang dilakukan untuk merawat kesehatan tubuh. Air putih dapat mengatur temperatur tubuh hingga melindungi organ vital. Tetapi, jika meminum air putih terasa membosankan, cobalah infused water. 

Tak hanya artikel mengenai mengatasi kebosanan minum air dengan infused water, masih ada empat artikel lainnya yang berhasil masuk ke dalam jajaran 5 artikel terpopuler pada Jumat (12/12/2014):

1. 4 Campuran Buah untuk Racik Infused Water

Untuk membuat infused water, Anda hanya perlu sediakan air putih, buah, sayur atau tanaman obat sebagai campurannya dan botol minuman. Tetapi, perlu diketahui bahwa hanya buah yang mengandung asam saja yang cocok diracik dengan air. Lantas, apa saja racikan yang pas untuk membuat infused water?

2. Selain Gangguan Ereksi, Ini 3 Masalah yang Kerap Dialami Pria

Disfungsi ereksi (DE) merupakan salah satu gangguan urologi yang kerap terjadi pada pria dan paling ditakuti oleh pria berusia dewasa. Namun, masalah pada organ intim pria bukan DE saja, melainkan masih banyak kondisi lain yang patut untuk diwaspadai. Penasaran? Simak artikel ini selengkapnya.

3. 4 Cara Alami Kurangi Lemak Payudara

Oleh karena itu, di balik keindahannya, payudara besar akibat lemak justru tak baik bagi wanita. Jika Anda salah satunya, apa yang terlintas dibenak Anda untuk mengatasi hal tersebut?

4. Sexpedia: Pria Malas Foreplay, Wanita Harus Bagaimana?

Foreplay adalah bagian penting untuk mendapatkan seks yang nikmat, namun kadang dilupakan oleh pasangan. Apa yang harus dilakukan wanita jika pria enggan melakukan foreplay? Dapatkan jawabannya dalam Sexpedia episode Jumat (12/12/2014).

5. Kaleidoskop Februari, Dunia Melarang Sunat Perempuan

Sunat hanya milik anak laki-laki, setidaknya itulah garis besar yang dapat diambil dari pelarangan sunat bagi perempuan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 1997. Mengapa? Simak artikel mengenai hal tersebut selengkapnya.

Â