Liputan6.com, Jakarta Kasus yang menimpa pemilik akun Kaskus bernama Singlebreath terhadap Klinik Metropole atau Metropole Hospital diharapkan menjadi pembelajaran bagi kita agar lebih hati-hati dalam memilih tempat pengobatan.
"Jangan terkecoh janji manis dari suatu Rumah Sakit tertentu, yang membuat kita berani untuk berobat di sana. Apalagi bila janji manis itu adalah proses pengobatannya cepat," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati saat dihubungi Health-Liputan6.com pada Rabu (17/9/2014)
Dien melanjutkan, sebagai pasien sudah seharusnya bagi kita untuk melalui berbagai proses menuju kesembuhan. Bagaimana pun, sembuh itu tidak bisa dengan proses yang cepat, apalagi bila kita mau sembuh dari penyakit yang tergolong ganas.
"Misalnya saja wasir. Untuk sembuh dari wasir itu kan butuh waktu. Tidak cukup hanya diinfus saja, lalu bisa sembuh begitu saja. Janji-janji manis seperti itu jangalah terlalu dipercaya," kata Dien menambahkan.
Apalagi, bila pasien diminta untuk melakukan operasi, tidak cukup hanya dengan melakukan pengecekan darah saja. "Semuanya harus dicek sebelum melakukan operasi. Kesehatan jantungnya bagaimana, darahnya juga bagaimana, semuanya harus diperiksa satu per satu. Tidak bisa dengan sekali pemeriksaan langsung operasi," kata Dien.
Selain janji manis, terang Dien, rumah sakit yang terlalu gencar dalam beriklan juga patut diwaspadai. Terlebih bila dalam iklannya menyebutkan adanya diskon besar-besaran. Sebab, rumah sakit yang tergolong benafit, tidak terlalu gencar dalam beriklan, tapi ditunjukan dengan kualitas dari rumah sakit itu sendiri.
"Lihat saja di mana pun itu, tidak ada rumah sakit top yang beriklan terlalu gencar. Kalau memang bagus, pasti banyak pasien yang mendatanginya," kata Dien.
Soal Kasus Klinik Metropole Dinkes Minta Masyarakat Hati-hati
Dengan adanya kasus Klinik Metropole, diharapkan dapat menjadi pembelajaran agar tidak percaya janji manis rumah sakit tertentu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/738486/original/082102800_1410955211-Metropole.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- RPTRA Kebon Sirih, Oase Hijau di Tengah Padatnya Jakarta16 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
- Sektor Kelistrikan Bidik Hidrogen dan Amonia untuk Tekan Emisi1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
- BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta Debitur, Sektor Produksi Mendominasi2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
- Cegah Perubahan Iklim, Badan Geologi Petakan Lokasi Penyimpanan Karbon2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221825/original/025442000_1747374422-VaksinTb1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385628/original/052784000_1793262302-Screenshot_2026-10-29_145400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385832/original/052292900_1793271387-Bimas_Hindu_-_cek_fakta.jpg)