Waspadai Juga Wabah Demam Berdarah Ebola

Ebola haemorrhagic fever (EHF) disebabkan oleh suatu virus yang termasuk ke dalam genus Ebolavirus, yang merupakan bagian dari Filovridae

Diterbitkan 16 Agustus 2014, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Ebola yang merupakan penyakit zoonosis, dapat menular dari hewan ke manusia, termasuk ke dalam risk group IV, yang menandakan bahwa virus tersebut bersifat sangat menular. Dan, salah satu jenis Ebola yang harus diwaspadai adalah Demam Berdarah Ebola.

drh. Pudjiatmoko, PhD mengatakan, Ebola haemorrhagic fever (EHF) disebabkan oleh suatu virus yang termasuk ke dalam genus Ebolavirus, yang merupakan bagian dari familia Filovridae dan menyebabkan terjadinya Demam Berdarah Ebola ini.

"Tingkat kematian penyakit ini berkisar antara 80 persen sampai 100 persen," kata Pudjiatmoko di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

Penyebab



Lebih lanjut Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia menerangkan, terdapat sejumlah hal yang menyebabkan penyebaran penyakit Demam Berdarah Ebola begitu dikhawatirkan;

  1. Serangannya muncul secara sangat mendadak
  2. Gejala-gejala klinik sangat berat
  3. Menimbulkan kematian dalam waktu yang sangat singkat
  4. Angka kematiannya sangat tinggi
  5. Karena virus Ebola mampu berpindah dari penderita ke orang lain, sehingga transportasi sangat mendukung kemungkinan penyebarannya ke berbagai bagian dunia dalam waktu yang sangat singkat.
  6. Belum ada obat yang efektif untuk menyembuhkan Demam Berdarah Ebola
  7. Vaksin Demam Berdarah Ebola (DBE) hingga kini belum diproduksi.


Untuk status terhadap Ebola itu sendiri, Indonesia tergolong bebas dari penyakit DBE ini. Semua itu berdasarkan atas;

  1. Hasil surveilans yang dilakukan di Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) - IPB terhadap kelompok virus dari family Filoviridae secara serologis pada 1989.
  2. Hasil surveilans yang dilakukan oleh Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) - IPB terhadap kelompok virus dari family Filoviridae dengan metode predict protocol dengan sejumlah sampel berupa kera lokal (Macaca nigra) dan kekelawar buah di Sulawesi Utara dan Bali. Uji laboratorium dari sampel yang diperoleh dari kedua provinsi tersebut menunjukan hasil negatif.
  3. Berdasarkan hasil surveilans yang dilakukan pada kebun binatang di seluruh Indonesia yang difasilitasi oleh Kementerian Kehutanan, menunjukkan hasil uji laboratorium yang negatif.